Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Staf Khusus Wapres: Andrie Yunus Harus Dapat Perawatan Terbaik Sampai Pulih Tanpa Kendala Biaya
Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto mengecam penyerangan berupa penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Ringkasan Berita:
- Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto mengecam penyerangan berupa penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
- Nico meminta Andrie mendapatkan perawatan medis yang terbaik.
- Dia meminta aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mencari pelaku penyiraman.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto mengecam penyerangan berupa penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Nico meminta Andrie mendapatkan perawatan medis yang terbaik.
Baca juga: Kasus Andrie Yunus, Komisi III DPR Singgung Novel Baswedan: Cara Kampungan Masih Saja Dilakukan
"Saya minta korban mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih tanpa kendala biaya," kata Nico, dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (15/3/2026).
Mantan peneliti CSIS tersebut juga meminta pemulihan Andrie menjadi fokus seraya mencari pelaku penyiraman air keras, sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Fokus kita saat ini adalah pemulihan Mas Andrie dan menemukan pelaku sebagaimana perintah Bapak Presiden kepada Kapolri," katanya.
Nico yang merupakan mantan Staf Khusus Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) tersebut meminta aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mencari pelaku penyiraman.
Ia juga meminta agar pelaku ditindak secara tegas.
"Saya minta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan cepat, tunjukkan bahwa hukum di Indonesia hadir untuk melindungi seluruh warga dan menghadirkan rasa aman untuk kita semua," katanya.
Selain itu Nico juga menyoroti peredaran air keras dan zat berbahaya lainnya yang sering digunakan untuk tindak kejahatan.
Ia meminta lembaga terkait untuk memperketat peredaran air keras tersebut.
"Saya juga minta lembaga terkait untuk memperketat peredaran air keras dan bahan berbahaya lainnya yang sering dipergunakan untuk kejahatan, tawuran, dan serangan ke warga tidak bersalah," katanya.
Doktor Ilmu Politik Ilmu Politik dari Northern Illinois University itu menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya penyiraman air keras terhadap aktivis.
Ia berharap kejadian tersebut merupakan yang terakhir dan tidak pernah terulang lagi di Indonesia.