Senin, 20 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Data Arus Mudik H-5 Lebaran: 990.506 Kendaraan Keluar Jabotabek, Arah Trans Jawa Paling Padat

Memasuki periode H-10 hingga H-5 Libur Hari Idul Fitri 1447 H, lebih dari 990 ribu kendaraan telah keluar dari wilayah Jabotabek.

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 990.506 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-5 Lebaran, meningkat 13,6 persen dibandingkan lalu lintas normal.
  • Arus kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung menjadi yang paling dominan dengan total 479.899 kendaraan, disusul arah Merak dan Puncak.
  • Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal sejak 17 Maret dan one way nasional pada 18 Maret 2026 untuk mengurai kepadatan arus mudik.

TRIBUNNEWS.COM - Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang sangat melekat bagi masyarakat Indonesia. 

Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, jutaan orang melakukan perjalanan dari kota-kota besar menuju kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Perjalanan ini biasanya didominasi oleh kendaraan pribadi, sehingga menyebabkan lonjakan signifikan pada arus lalu lintas di berbagai jalur utama, khususnya jalan tol yang menghubungkan wilayah perkotaan dengan daerah tujuan mudik.

Memasuki periode H-10 hingga H-5 Libur Hari Idul Fitri 1447 H, pergerakan kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

Mengutip dari Instagram @official.jasamarga, data menunjukkan bahwa lebih dari 990 ribu kendaraan telah keluar dari kawasan tersebut menuju berbagai wilayah di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 990.506 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek melalui sejumlah gerbang tol utama. 

Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 13,6 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal. 

Lonjakan volume kendaraan ini tersebar ke beberapa arah tujuan utama, seperti Trans Jawa dan Bandung di bagian timur, Merak di wilayah barat, serta kawasan Puncak di arah selatan.

Peningkatan mobilitas tersebut juga tidak terlepas dari berbagai langkah pengaturan lalu lintas serta koordinasi intensif antara operator jalan tol, kepolisian, dan sejumlah instansi terkait. 

Upaya ini dilakukan guna memastikan perjalanan mudik tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Distribusi Lalu Lintas ke Berbagai Arah

Baca juga: Pantau Pelabuhan Merak, Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Arus Mudik Lancar Tanpa Antrean Panjang

Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung)

Arus kendaraan menuju wilayah timur menjadi yang paling dominan selama periode mudik ini. 

Kendaraan yang menuju jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama tercatat mencapai 290.799 kendaraan, meningkat 69,0 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Sementara itu, kendaraan yang mengarah ke Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat sebanyak 189.100 kendaraan, atau sedikit lebih rendah 2,0 persen dibandingkan kondisi normal.

Jika digabungkan, total kendaraan yang bergerak menuju Trans Jawa dan Bandung mencapai 479.899 kendaraan, atau meningkat 31,5 persen dari volume lalu lintas normal.

Arah Barat (Merak)

Untuk jalur menuju wilayah barat, kendaraan yang melintas melalui Gerbang Tol Cikupa menuju Merak tercatat sebanyak 303.113 kendaraan. 

Angka ini menunjukkan kenaikan 4,5 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Arah Selatan (Puncak)

Sementara itu, kendaraan yang bergerak menuju kawasan wisata Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi mencapai 207.494 kendaraan. 

Jumlah ini tercatat sedikit lebih rendah, yakni 4,2 persen dibandingkan lalu lintas normal.

One Way Nasional akan Diberlakukan Hari Ini

Menghadapi potensi kepadatan yang terus meningkat, pihak kepolisian melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional pada 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dengan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik yang diperkirakan adalah tanggal 18 Maret. Jadi, tanggal 18 Maret itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan one way nasional arus mudik,” ucap Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dikutip dari laman korlantas.polri.go.id.

Namun demikian, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut tetap bersifat dinamis. 

Jika sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi menunjukkan kondisi yang terkendali, maka skema one way nasional bisa saja disesuaikan menjadi one way bertahap atau hanya pada beberapa segmen tertentu.

“Ketika nanti (berdasarkan) infrastruktur teknologi traffic accounting-nya bisa terkendalikan, mungkin juga bisa berubah untuk one way nasional atau one way sepenggal tahap pertama yang tentunya nanti akan kami umumkan,” tambahnya.

One Way Sepenggal Sudah Berlaku

Sebelum penerapan skema nasional, Korlantas Polri terlebih dahulu menerapkan one way sepenggal tahap pertama mulai 17 Maret 2026. 

Rekayasa lalu lintas ini berlaku pada jalur KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 263 Brebes Barat di Jawa Tengah.

Menurut Kakorlantas, keputusan tersebut diambil setelah melihat kepadatan lalu lintas yang terjadi di sejumlah titik pemantauan, seperti di kilometer 29, 57, dan 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek.

Rekayasa lalu lintas tersebut merupakan hasil koordinasi antara kepolisian, Kementerian Perhubungan, serta operator jalan tol, dengan tujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju jalur Trans Jawa.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Mudik Lebaran 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved