32 Ribu PPPK BGN Sudah Terima Gaji, Nasib Pegawai yang Diusulkan Tahun Ini Tunggu Kepastian Anggaran
Kepala BGN mengatakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lanjutan di lingkup BGN tunggu kepastian anggaran.
Ringkasan Berita:
- Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lanjutan di lingkup BGN masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah.
- Sebelumnya BGN telah menuntaskan pengangkatan PPPK tahap II.
- Jumlah PPPK BGN sebanyak 32 ribu sudah terima gaji.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lanjutan di lingkup BGN masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah.
Ia menjelaskan, untuk sementara BGN telah menuntaskan pengangkatan PPPK tahap II.
Baca juga: BGN Libatkan Kejagung Awasi Anggaran Jumbo MBG Rp335 Triliun
Sejauh ini, sebanyak 32.000 PPPK telah resmi diangkat, menerima surat keputusan (SK), dan mulai mendapatkan gaji.
“Kami sudah ada 32.000 P3K yang sudah selesai dan bahkan sudah menerima SK dan sudah mendapatkan gaji,” tutur dia saat ditemui di Kejaksaan Agung, Rabu (18/3/2026).
Sementara proses lanjutan masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Keuangan.
Ia menegaskan, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek anggaran sebelum mengambil keputusan lebih jauh.
“Untuk lebih lanjut kami akan koordinasi dulu dengan kementerian pendayagunaan aparatur negara termasuk kementerian keuangan terkait dengan anggaran yang apakah masih bisa digunakan atau tidak,” kata dia.
Sebelumnya pada rapat bersama Komisi IX DPR RI, BGN berencana membuka seleksi PPPK tahap III dan IV tahun ini, untuk kategori umum. Adapun jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 32.460 orang.
Di tahun 2025, BGN telah melakukan rekrutmen PPPK untuk tiga komponen pegawai yang bertugas di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pada tahap pertama, sebanyak 2.080 PPPK telah resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) terhitung mulai 1 Juli 2025.
Pada tahap kedua, dilakukan lagi seleksi terhadap sekitar 32.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.250 orang merupakan kepala SPPG yang sebelumnya dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sementara itu, 750 formasi dibuka untuk umum dan diisi oleh 375 akuntan serta 375 ahli gizi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kepala-BGN-Dadan-Hindayana-Minta-Maaf.jpg)