Senin, 1 Juni 2026

Idul Fitri 2026

Perbedaan Lebaran 2026: Ada yang Kamis, Muhammadiyah-Ponpes Gontor Hari Ini, Versi Pemerintah Besok

Lebaran 2026 berbeda: Muhammadiyah Jumat 20 Maret, pemerintah & NU Sabtu 21 Maret, sebagian kecil Kamis 19 Maret

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Tribunnews/Jeprima
SALAT IDUL FITRI - Sejumlah umat muslim menjalani sholat Ied di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025). Berikut informasi lengkapnya soal perbedaan Lebaran 2026 di berbagai wilayah Indonesia, dirangkum Tribunnews.com. 

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, dalam penetapan bulan Qomariah, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Kriterianya adalah ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan minimum sudut elongasi 6,4 derajat.

"Dalam penetapan bulan Qomariah, Indonesia menetapkan kriteria visibilitas hilal MABIMS. Yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat," kata Menag Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama RI, di Jakarta. 

Namun berdasarkan data pemantauan hilal hari ini, kriteria hilal masih belum sesuai dengan kriteria MABIMS.

Sehingga pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri akan jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

"Adapun data posisi hilal berdasarkan hari ini di seluruh wilayah Indonesia, yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, dan sudut elongasi 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria hilal MABIMS."

"Selanjutnya Kementerian Agama menetapkan awal Bulan Syawal melalui Sidang Isbat dalam sidang ini, kami bermusyawarah dengan para pakar falak, astronomi, wakil rakyat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta perwakilan Ormas Islam di Indonesia."

"Musyawarah tersebut mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang telah dilakukan oleh Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, serta dikonfirmasi oleh petugas yang setidaknya ditempatkan di 117 titik pengamat di seluruh Indonesia dan Tim Penerima Laporan Rukyat di pusat telah mengonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat.Tadi titik-titik mulai dari Papua sampai dengan Aceh, itu tidak ada satupun yang melihat hilal."

"Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan hilal yang terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026," terang Menag Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama lewat Lembaga Falakiyah PBNU juga menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2025).

"1 Syawal 1447 H Sabtu Pahing, 21 Maret 2026 M tidak terdapat lokasi yang berhasil melihat hilal. Dengan demikian umur bulan Ramadhan 1447 H adalah 30 hari," dikutip dari akun Instagram resmi @falakiyahnu.

(Tribunnews.com/Endra/Faryyanida Putwiliani)(Kompas.com)(Tribun-Timur.com/Faqih Imtiyaaz)(TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved