Sabtu, 2 Mei 2026

Kekayaan Bersih Michael Bambang Hartono hingga Warisan Bisnisnya

Aset terbesar Michael dan Robert sang adik, berasal dari kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Willem Jonata
Forbes
Michael Hartono 
Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan daftar Forbes Asia yang dirilis Desember 2025, kekayaan bersih gabungan Hartono bersaudara mencapai angka 43,8 miliar dolar AS
  • Pengaruh Michael berakar dari perusahaan rokok kretek Djarum, yang didirikan oleh ayahnya, Oei Wie Gwan, pada tahun 1950
  • Strategi mengakuisisi BCA pasca-krisis ekonomi 1997-1998 dianggap sebagai salah satu manuver bisnis paling jenius
  • Michael membawa gurita bisnisnya melakukan diversifikasi ke berbagai sektor

 

TRIBUNNEWS.COM - Michael Bambang Hartono bersama adiknya, Robert Budi Hartono, telah lama berada di jajaran orang terkaya di Indonesia. 

Berdasarkan daftar Forbes Asia yang dirilis Desember 2025, kekayaan bersih gabungan Hartono bersaudara mencapai angka 43,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp 690 triliun.

Kemudian, per tanggal 10 Maret 2026, Forbes mencatat kekayaan bersih Michael Bambang Hartono, senilai 18,9 miliar dolar AS, nyaris Rp 320 triliun, atau Rp 15 triliun lebih kecil dari total anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.

Baca juga: Daftar Orang Terkaya Indonesia 2026 usai Michael Hartono Meninggal, Pemilik Indofood Naik Peringkat

Diketahui, anggaran MBG tahun 2026 dirancang mencapai Rp 335 triliun seperti tertera dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang sudah disetujui oleh DPR RI, September 2025 lalu.

Aset terbesar Michael dan Robert berasal dari kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA), bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. 

Langkah strategis mereka mengakuisisi BCA pasca-krisis ekonomi 1997-1998 dianggap sebagai salah satu manuver bisnis paling jenius yang mengubah peta perbankan nasional.

Pengaruh Michael berakar dari perusahaan rokok kretek Djarum, yang didirikan oleh ayahnya, Oei Wie Gwan, pada tahun 1950.

Di bawah kendali Michael dan adiknya, Djarum bertransformasi dari perusahaan rokok lokal menjadi salah satu produsen kretek terbesar di dunia.

Tak berhenti di sana, Michael membawa gurita bisnisnya melakukan diversifikasi ke berbagai sektor, antara lain:

Teknologi & Startup

Melalui GDP Venture, keluarga Hartono merambah dunia digital dengan portofolio besar seperti e-commerce Blibli. Kemudian ada Tiket.com.

Djarum juga berada di belakang platform Kaskus, Kumparan, Opini.id, dan Bolalob. Mereka juga berinvestasi di sektor fintech, melalui Moduit (wealth-tech) dan Cermati.

Elektronik dan Otomotif

Polytron adalah merek produk elektronik lokal di bawah naungan Grup Djarum yang diproduksi oleh PT Hartono Istana Teknologi.

Produknya berupa perangkat elektronik rumah tangga, mulai dari televisi, kulkas, AC, mesin cuci, dispenser, perangkat audio, dan masih banyak lagi.

Polytron melakukan ekspansi ke bisnis produk telepon seluler dan smartphone sejak beberapa tahun lalu. 
 
Melalui Polytron, Djarum bahkan ikut bermain di industri otomotif dengan fokus pada kendaraan listrik.

Polytron telah meluncurkan motor listrik dan mobil listrik. Untuk menjual produk tersebut, Djarum menggunakan platform Blibli dan Garasi.Id

Properti

Kepemilikan aset real estat premium di Jakarta semakin memperkuat dominasi ekonomi keluarga ini. Sebut saja Grand Indonesia (GI), mencakup mal Grand Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski, Menara BCA, dan Kempinski Private Residences.

Kemudian ada Padma Hotels and Resorts, yang merupakan jaringan hotel bintang lima. Ada pula Margo City, pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat.

Peran Michael di luar urusan bisnis

Michael Bambang Hartono dikenal luas melalui peran sosialnya di Djarum Foundation.

Yayasan ini memiliki pengaruh besar dalam memajukan dunia pendidikan, kelestarian lingkungan, serta mencetak atlet-atlet bulu tangkis kelas dunia bagi Indonesia.

Michael juga merupakan sosok yang sangat mencintai olahraga bridge. Ia merupakan atlet bridge profesional yang gigih memperjuangkan cabang olahraga tersebut agar dapat dipertandingkan di Asian Games.

Dedikasinya membuahkan hasil saat ia turun langsung sebagai atlet dan berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia pada Asian Games 2018.

Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada hari ini, Kamis (19/3/2026).

Kabar meninggalnya Michael Bambang Hartono ini pun dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan. 

Menurut Budi, Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura, tepatnya pada pukul 13.15 waktu setempat. Ia meninggal pada usia 86 tahun.

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," kata Budi, dilansir Kompas.com, Kamis (19/3/2026).

Rencananya, jenazah Bambang Hartono akan dimakamkan di Jawa Tengah. Namun Budi hingga kini masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak keluarga.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved