Selasa, 12 Mei 2026

Idul Fitri 2026

Amalan Sunnah Idul Fitri dari Rasulullah SAW, dari Takbir hingga Silaturahmi

Rasulullah SAW mencontohkan berbagai amalan sunnah saat Idulfitri, mulai dari takbir hingga shalat Id.

Tayang:
Surya/Purwanto
SHALAT IDUL FITRI - Warga Muhammadiyah melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (20/3/2026). Berbeda dengan Pemerintah yang menetapkan Idul Fitri tahun 2026 pada besok, Sabtu (21/3/2026), warga Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada, Jumat 20 Maret 2026. SURYA/PURWANTO 

Pada hari raya, umat Islam dianjurkan untuk tampil rapi dan bersih sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan.

Rasulullah SAW mencontohkan untuk mandi, memakai wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik.

Meski tidak harus baru, pakaian yang dikenakan sebaiknya bersih dan layak.

Tradisi memakai baju baru saat Lebaran pun memiliki landasan sebagai bentuk menampakkan kebahagiaan di hari yang mulia.

Kesunnahan berhias ini berlaku bagi siapapun, meski bagi orang yang tidak turut hadir di pelaksnaan shalat Idul Fitri.

Khusus bagi perempuan, anjuran berhias tetap harus memperhatikan batas-batas syariat, seperti tidak membuka aurat, tidak mempertontonkan penampilan yang memikat laki-laki lain yang bukan mahramnya dan lain sebagainya. (Syekh Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 281).

3. Makan Sebelum Shalat Id

Salah satu hari yang diharamkan berpuasa adalah hari raya Idul Fitri.

Bahkan, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa berniat tidak puasa pada saat hari Idul Fitri itu pahalanya seperti orang yang sedang puasa di hari-hari yang tidak dilarang.  

Sebelum shalat Idul Fitri, Rasulullah SAW biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa: "Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

4. Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Rasulullah menunaikan shalat Idul Fitri bersama dengan keluarga  dan sahabat-sahabatnya, baik laki-laki, perempuan, atau pun anak-anak.

Rasulullah memilih rute jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat dilangsungkannya shalat Idul Fitri.  

Rasulullah juga mengakhirkan pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya pada saat matahari sudah setinggi tombak atau sekitar dua meter.

Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah. 

Baca juga: 30 Balasan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026: Berisi Doa, Rasa Syukur, dan Terima Kasih

5. Menghadiri Hiburan yang Diperbolehkan

Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW pernah menemani Aisyah menyaksikan pertunjukan permainan tombak dan tameng pada hari raya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberi ruang untuk hiburan yang positif dan tidak melanggar syariat sebagai bagian dari kebahagiaan Idulfitri.

6. Menjalin Silaturahmi

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved