Senin, 27 April 2026

Bertemu Presiden Timor Leste di Menteng, Tangan Megawati Dicium, Saling Tukar Cenderamata

Momen tangan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dicium oleh Presiden Timor Leste José Ramos-Horta dalam pertemuan di Menteng, Jakarta Pusat.

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di kediamannya yang terletak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2026).
  • Pertemuan berlangsung secara tertutup selama kurang lebih 2,5 jam, dan membahas sejumlah isu strategis dan hubungan dua negara.
  • Seusai pertemuan, Jose Ramos Horta sempat mencium tangan Megawati saat akan berpamitan.

TRIBUNNEWS.COM - Momen tangan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dicium oleh Presiden Timor Leste José Ramos-Horta dalam pertemuan di Menteng, Jakarta Pusat.

Adapun Megawati menerima kunjungan Jose Ramos Horta di kediamannya yang terletak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2026).

Pertemuan ini terjadi hanya dua minggu setelah Megawati bertemu Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya juga pada Selasa (10/3/2026) lalu.

Dalam temu sapa yang digelar di Menteng Senin kemarin, terekam suasana hangat dan penuh keakraban.

Mulanya, Jose Ramos Horta tiba bersama rombongannya dengan disambut jajaran elit Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, di antaranya:

  • Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto
  • Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah
  • Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Hukum dan HAM Yasonna Laoly
  • Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ronny Talapessy
  • Kader PDIP Andi Widjajanto

Pertemuan berlangsung secara tertutup selama kurang lebih 2,5 jam, dan membahas sejumlah isu strategis dan hubungan dua negara.

Adapun pertemuan ini menjadi tindak lanjut komunikasi antara Megawati dan Jose Ramos Horta setelah keduanya bertemu di ajang internasional di Abu Dhabi pada awal Februari 2026 lalu.

Keakraban antara kedua tokoh ini terlihat hingga pertemuan berakhir.

Megawati dan Ramos Horta saling bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Timor Leste.

Megawati memberikan kain batik khas Indonesia dan buku karyanya berjudul Spirit Kemanusiaan, sedangkan Jose Ramos Horta menyerahkan tas kerajinan tangan khas Timor Leste dan kopi Arabika unggulan dari negaranya.

Baca juga: Halalbihalal PDIP, Megawati Terima Kunjungan Sejumlah Dubes, Bahas Persoalan Geopolitik Dunia

Tas tangan atau handbag dengan warna cokelat dan motif merah marun itu pun langsung dicoba oleh Megawati.

Dengan menyelipkan pegangan tas di tangannya, putri sulung mendiang Bapak Proklamator sekaligus Presiden RI ke-1 Ir. Soekarno itu tersenyum lebar saat berfoto bersama Jose Ramos Horta.

Keakraban tak berhenti sampai di situ saja.

Dalam foto: Presiden Timor Leste José Ramos-Horta mencium tangan Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpamitan usai pertenuan di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2026).
Dalam foto: Presiden Timor Leste José Ramos-Horta mencium tangan Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpamitan usai pertenuan di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2026). (Tangkap layar YouTube/Official iNews)

Saat berjalan keluar melewati pintu kediaman Megawati, Jose Ramos Horta yang mengenakan kemeja batik warna biru berjalan bersisian dengan ibunda Ketua DPR RI Puan Maharani tersebut, sembari bercengkerama.

Lalu, Jose Ramos Horta menyalami tangan Megawati, dan menyentuhkannya ke dahi sebagai simbol salam takzim.

Megawati yang mengenakan blouse batik warna ungu juga terus tersenyum ketika tangannya dicium di kening Jose Ramos Horta.

Lantas, Jose Ramos Horta beserta rombongan pamit.

Kedekatan Personal

Pertemuan Megawati dan Jose Ramos Horta tak hanya diwarnai suasana hangat, tetapi juga kental dengan dengan nuansa historis dan strategis, sekaligus menjadi cermin kedekatan personal antara mereka.

Hubungan Megawati dan Ramos-Horta tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang kuat.

Megawati bahkan kerap menyebut sejumlah tokoh Timor Leste sebagai bagian dari keluarga.

Salah satunya adalah Kupa Lopez, Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja, yang sudah dianggap sebagai anak angkat oleh Megawati.

Sementara itu, bagi Jose Ramos Horta, Megawati juga memiliki makna historis sebagai simbol rekonsiliasi.

Kehadiran Megawati dalam upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste pada 2002 menjadi salah satu momentum penting yang mencairkan hubungan kedua negara pasca-referendum 1999.

Dalam pertemuan di Menteng pada Senin kemarin, Jose Ramos Horta juga kembali menyampaikan undangan kepada Megawati untuk berkunjung ke Dili guna menerima penghargaan tertinggi negara itu, Grand Collar of the Order of Timor-Leste.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Megawati dalam mewujudkan perdamaian.

Bertemu di Abu Dhabi

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri telah bertemu Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (4/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Jose Ramos Horta menyampaikan undangan langsung kepada Megawati untuk berkunjung ke Dili guna menerima medali kehormatan sipil tertinggi, Grand Colar Ordem de Timor Leste.

Grand Colar Ordem de Timor Leste merupakan penghargaan sipil tertinggi yang diberikan kepada individu, terutama kepala negara atau pemimpin global, atas kontribusi besar terhadap perdamaian, stabilitas, dan hubungan internasional.

Jose Ramos Horta menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan atas peran Megawati dalam memperkokoh persahabatan bilateral Indonesia–Timor Leste.

Ia menegaskan hubungan kedua negara semakin kokoh.

“Bahasa Indonesia masih digunakan oleh warga Timor Leste. Maka dari itu, kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan peran Megawati dalam mendorong hubungan bilateral kedua negara,” ujar Jose Ramos Horta.

Selain Megawati, penghargaan serupa juga akan diberikan kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan Raja Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah.

Merespons undangan tersebut, Megawati menyatakan kesediaannya. 

“Saya mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden Jose Ramos Horta dan bersedia untuk melakukan kunjungan ke Timor Leste,” kata Megawati.

Dalam pertemuan itu, Megawati dan Ramos Horta juga berbincang mengenai ideologi marhaenisme Bung Karno yang menginspirasi ideologi Baubere di Timor Leste.

“Marhaenisme mengajarkan agar kita berdikari, berpijak di atas kaki sendiri, dan berdaulat,” tutur Megawati.

Pertemuan keduanya kembali berlanjut ketika Megawati dan Presiden Ramos duduk satu meja saat Gala Dinner yang menjadi rangkaian acara Zayed Award 2026, di Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA.

Penganugerahan medali kehormatan sipil ini menandai eratnya hubungan Indonesia–Timor Leste. Publik menanti momen bersejarah saat Megawati menerima penghargaan tertinggi di Dili.

(Tribunnews.com/Rizki A./Danang Triatmojo)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved