Selasa, 7 April 2026

Ancaman Krisis Energi

Ada Isu Kenaikan BBM, Begini Kondisi Antrean SPBU di Jaksel dan Tangerang

Pantauan Tribun, empat lokasi SPBU pada beberapa kecamatan di Jakarta Selatan dan Ciledug, Kota Tangerang masih normal.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
ISU BBM NAIK - Kondisi SPBU Pertamina di Jalan RC Veteran Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin malam (30/3/2026) terlihat antrean mengular pada sisi pompa bensin pertalite dan pertamax/ Danang Triatmojo 

Ringkasan Berita:
  • Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu lonjakan harga minyak dunia, terutama setelah penutupan Selat Hormuz.
  • Dampaknya, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar masih ditahan, meski ekonom memprediksi kenaikan bisa terjadi.
  • Pantauan di sejumlah SPBU wilayah Jakarta Selatan dan Ciledug menunjukkan antrean kendaraan masih relatif normal, dan masyarakat mengisi BBM lebih karena kebutuhan harian, bukan kepanikan akibat isu kenaikan harga.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi konflik Timur Tengah membuat terjadinya gejolak pada harga minyak dunia. Akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS), harga minyak dunia alami kenaikan, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh otoritas Tehran.

Kenaikan harga BBM di level SPBU menjadi konsekuensi dari lonjakan harga global. Di Indonesia, harga BBM subsidi jenis pertalite masih dipertahankan di level Rp10.000, dan solar Rp6.800.

Namun sejumlah ekonom memprediksi pemerintah akan menaikkan harga Pertalite, menyusul kenaikan dari BBM nonsubsidi yang sudah alami kenaikan bertahap sejak Februari - Maret 2026.

Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 menjadi Rp12.900, serta PertamaxTurbo dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Untuk jenis solar non-subsidi, harga Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter. 

Berdasarkan pantauan reporter Tribunnews.com di empat lokasi SPBU pada beberapa kecamatan di Jakarta Selatan dan Ciledug, Kota Tangerang, Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 19.11 WIB, antrean kendaraan variatif namun masih dalam kondisi normal.

Mengingat pada saat yang sama juga merupakan jam pulang kerja bagi karyawan perkantoran.

Kondisi di SPBU Pertamina di Jalan RC Veteran Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terlihat antrean mengular pada sisi pompa bensin Pertalite dan Pertamax. 

Sementara di SPBU Cilandak Timur di Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan tidak terlihat antrean kendaraan. 

Sedangkan SPBU Pertamina di Kreo Selatan, Larangan, Jakarta Selatan antrean terlihat normal.

Kemudian SPBU Pertamina di Sudimara Timur, Ciledug, Kota Tangerang, antrean terlihat mengular hampir di seluruh mesin pompa untuk mobil maupun motor.

Namun penumpukan antrean ini bukan karena adanya isu kenaikan harga BBM subsidi atau nonsubsidi. 

Salah seorang warga, Ricky yang ditemui setelah mengisi bensin motor matic gambotnya menyebut ia mengisi penuh tangki berkapasitas 8 liter karena untuk kebutuhan bekerja sepekan ke depan.

"Ini ngisi karena mau menuhin aja buat kerja. Jadi besok berangkat kerja nggak usah mampir - mampir lagi. Apalagi kalau kita udah telat, terus harus isi bensin dulu, jadi telat beneran nanti," katanya.

Sementara soal isu kenaikan harga BBM subsidi, Ricky mengaku tak memungkiri akan ada efek domino jika harga pertalite dinaikkan. Kondisi tersebut memang jadi konsekuensi dari perang di Timur Tengah. 

"Kalau naik pasti ada efek dominonya. Karena bensin kan dibutuhkan semua sektor. Kalaupun naik ya semoga kecil aja," ucap dia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved