Aktivis KontraS Disiram Air Keras
YLBHI Soroti Dugaan Rantai Komando Hingga Keterlibatan Perwira Tinggi dalam Kasus Andrie Yunus
YLBHI menilai, tindakan penyiraman air keras tidak mungkin dilakukan secara mandiri tanpa adanya perintah dalam struktur yang terorganisir.
Ringkasan Berita:
- Muhammad Isnur menilai penyiraman terhadap Andrie Yunus menunjukkan adanya rantai komando terorganisir dalam struktur militer.
- Ia menduga pelaku bertindak atas perintah perwira tinggi, sehingga aktor utama dan pendanaan harus diungkap.
- Kasus ini melibatkan prajurit TNI dan diselidiki, sejalan arahan Prabowo Subianto mengusut hingga tuntas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur, menyoroti dugaan adanya rantai komando dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Dia menilai, tindakan tersebut tidak mungkin dilakukan secara mandiri tanpa adanya perintah dalam struktur yang terorganisir.
Hal itu disampailannya usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
“Dalam struktur operasi militer seseorang tidak mungkin bergerak tanpa perintah, tanpa adanya rantai komando. Apalagi di lapangan kita lihat para pelaku ini dengan percaya diri melakukan dengan tenang. Artinya dia merasa dia aman karena dia mengerjakan perintah di mana dia nantinya akan mendapatkan kekebalan,” kata Isnur.
Isnur menilai, pola tindakan para pelaku mengindikasikan adanya pihak yang lebih tinggi yang memberi instruksi.
Bahkan dia menduga keterlibatan perwira tinggi dalam rantai komando tersebut perlu diusut secara menyeluruh.
“Perlu diungkap siapa sesungguhnya aktor utama di balik rantai komando ini. Para pelaku itu para perwira, artinya aktor utama yang memerintahkan adalah perwira tinggi. Maka harus diungkapkan siapa perwira tingginya, level-level di atasnya, siapa yang menjaminkannya,” ujarnya.
Isnur juga menekankan pentingnya menelusuri seluruh pihak yang terlibat, termasuk mereka yang diduga memberikan perintah maupun pendanaan.
Dia mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pengusutan kasus hingga ke akar.
“Makanya perintah Presiden Prabowo kan sama sebenarnya. Siapa yang menyuruh bahkan siapa yang mendanai harus dibongkar semua,” katanya.
Isnur menegaskan bahwa dalam doktrin militer, setiap tindakan atau operasi tidak mungkin dilakukan tanpa perintah yang jelas.
Sebab itu, ia meyakini adanya struktur komando dalam kasus ini.
Baca juga: KontraS Kecewa Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Dilimpahkan ke Puspom TNI
“Dalam doktrin militer tidak boleh ada satu tindakan, suatu upaya, dan satu operasi tanpa perintah. Maka jelas ini ada perintah, ada komando dan harus diungkap semua rantai komandonya ke atas,” tandasnya.
Sebelumnya, kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus sudah mulai terang setelah identitas terduga pelaku sudah muncul ke publik.
Dalam hal ini, Polda Metro Jaya telah mengumumkan dua inisial pelaku yang disebut eksekutor penyiraman air keras yakni BHC dan MAK.