Selasa, 14 April 2026

Ancaman Krisis Energi

Demi Hemat Rp130 T, Pemerintah 'Rumahkan' ASN Setiap Jumat dan Perketat BBM Subsidi

Mulai 1 April 2026, Pemerintah resmi meluncurkan delapan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi nasional.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Wahyu Aji
YouTube Sekretariat Presiden
HEMAT ENERGI - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (31/3/2026). Mulai 1 April 2026, Pemerintah resmi meluncurkan delapan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wajah birokrasi dan gaya hidup masyarakat Indonesia bersiap mengalami pergeseran besar.

Mulai 1 April 2026, Pemerintah resmi meluncurkan delapan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi nasional.

Langkah ini bukan sekadar efisiensi anggaran, melainkan ambisi menciptakan ekosistem kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Berikut adalah poin-poin krusial dari transformasi besar tersebut:

1. Revolusi Kerja ASN: Jumat Tanpa Kantor

Salah satu poin paling mencolok adalah penetapan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai April nanti, seluruh ASN pusat maupun daerah diwajibkan bekerja dari rumah (WFH) setiap hari Jumat.

"Ini akan diatur melalui Surat Edaran Menpan RB dan Mendagri," ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa (31/3/2026).

2. Pangkas Perjalanan Dinas & Kendaraan Operasional

Pemerintah tak main-main dalam urusan penghematan fisik:

Perjalanan Dinas: Dipangkas drastis hingga 50 persen (dalam negeri) dan 70% (luar negeri).

Kendaraan Dinas: Penggunaan dibatasi maksimal 50%, seraya mempercepat transisi ke kendaraan listrik dan transportasi umum.

Ruang Publik: Perluasan Car-Free Day (CFD) di berbagai daerah, baik secara durasi maupun cakupan wilayah.

3. Sektor Swasta & Pendidikan: Fleksibilitas Terukur

Pemerintah mengimbau sektor swasta mengikuti jejak WFH untuk mendorong efisiensi energi. Sementara itu, dunia pendidikan memiliki aturan main sendiri:

SD - SMA: Tetap tatap muka penuh 5 hari seminggu.

Perguruan Tinggi: Mahasiswa semester 4 ke atas akan mengikuti skema fleksibel sesuai arahan Mendiktisaintek.

4. Benteng Pelayanan Publik Tetap Siaga

Meski tren WFH digalakkan, pemerintah menjamin layanan dasar tidak akan kendor. Sektor kesehatan, keamanan, kebersihan, administrasi kependudukan, serta sektor strategis (logistik, energi, keuangan) tetap beroperasi 100% di lapangan.

5. Efisiensi Fantastis: Target Rp130 Triliun

Kebijakan ini bukan tanpa angka yang menggiurkan. Efisiensi dari kebijakan WFH ASN saja diprediksi menghemat Rp6,2 triliun.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved