Prajurit TNI Gugur di Lebanon
MUI: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Insyaallah Syahid
MUI berduka atas gugurnya 3 prajurit TNI dalam serangan Israel di Lebanon, mereka yang gugur dalam menjaga perdamaian memiliki kedudukan mulia.
Ringkasan Berita:
- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan Israel di Lebanon.
- Dia juga menyampaikan doa bagi para prajurit yang gugur agar ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
- Tak hanya itu, MUI turut mengutuk keras serangan yang dilakukan tentara Israel.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan Israel di Lebanon.
Ketiganya merupakan bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"MUI mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya tiga prajurit terbaik yang dimiliki oleh Indonesia pada saat tugas menjalankan perlindungan terhadap warga sipil sebagai bagian dari upaya mewujudkan perdamaian di dalam tugas PBB untuk menjaga perdamaian," ujar Ni’am dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, tugas menjaga perdamaian bukan hanya mandat kenegaraan, tetapi juga memiliki nilai keagamaan.
Dalam perspektif Islam, kata dia, seorang Muslim adalah sosok yang mampu menjaga keamanan dan kedamaian melalui lisan dan tindakan.
Ia pun menegaskan bahwa mereka yang gugur dalam upaya menjaga perdamaian memiliki kedudukan mulia.
"Bagi setiap orang yang berupaya mempertahankan perdamaian dan meninggal dalam upaya tujuan mengupayakan perdamaian ini, insya Allah dicatat sebagai syahid," katanya.
Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Perlu Kaji Ulang Rencana Pengiriman Pasukan ke Gaza
Dirinya juga menyampaikan doa bagi para prajurit yang gugur agar ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Di sisi lain, MUI mengutuk keras serangan yang dilakukan tentara Israel.
Ni’am menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum kemanusiaan dan hukum internasional, serta mencederai semangat perdamaian global.
"Tentu ini bertentangan dengan hukum kemanusiaan, bertentangan dengan aturan-aturan hukum internasional dan juga bertentangan dengan spirit serta semangat damai," ujarnya.
MUI juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah konkret dalam memberikan perlindungan terhadap pasukan perdamaian dan masyarakat sipil di wilayah konflik.
Selain itu, pemerintah Indonesia diminta mengambil langkah diplomasi internasional yang terukur, dengan menempatkan perlindungan jiwa sebagai prioritas utama.
"Jangan sampai ini berulang sehingga menimbulkan korban berikutnya. Kita semua harus bergandengan tangan untuk mewujudkan perdamaian abadi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/asrorun-niam-sidang-isbat.jpg)