Ancaman Krisis Energi Global, Polri Didorong Maksimal untuk Mencegah Dampak Ekskalasi
Krisis energi global mengancam, Polri diminta perkuat stabilitas keamanan demi ketahanan nasional.
Ringkasan Berita:
- Sandri Rumanama menilai Polri berperan vital menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah krisis energi global.
- Polri diminta melindungi infrastruktur energi, distribusi pasokan, dan mendukung transisi energi.
TRIBUNNEWS.COM - Dunia saat ini tengah dibayangi oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan gejolak ekonomi global yang memicu ancaman krisis energi secara masif.
Kondisi penuh ketidakpastian ini menempatkan ketahanan energi nasional pada titik yang sangat krusial, sehingga menuntut langkah strategis dari pemerintah dan aparat keamanan guna memastikan stabilitas dalam negeri tetap terjaga di tengah hantaman badai krisis global tersebut.
Koordinator Nasional (Kornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama meminta jajaran Polri untuk bekerja ekstra keras dalam memastikan stabilitas keamanan nasional di tengah krisis energi global yang melanda saat ini.
Sandri menilai, stabilitas keamanan memainkan peran yang sangat krusial dan fundamental dalam menjaga ketahanan negara, terutama pada periode 2024-2026 yang diwarnai ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga energi dunia.
Menurutnya, stabilitas keamanan kini tidak lagi hanya terbatas pada aspek pertahanan militer, melainkan sudah mencakup keamanan infrastruktur energi, jaminan pasokan, hingga stabilitas sosial-ekonomi masyarakat.
"Polri harus bekerja keras memastikan stabilitas keamanan di tengah krisis energi yang melanda dunia saat ini," ujar Sandri Rumanama, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: ASN WFH Tiap Hari Jumat untuk Hemat BBM, Pakar: Kalau Berjalan Baik Lumayan Hadapi Krisis Energi
Sandri menjelaskan bahwa peran Polri sangat dibutuhkan sebagai pelindung infrastruktur kritis energi (Critical Energy Infrastructure).
Hal ini, lanjut dia, dapat dimanifestasikan melalui jaminan keamanan pada infrastruktur vital seperti kilang minyak, jaringan listrik, dan pipa gas agar terlindungi dari ancaman fisik, terorisme, maupun serangan siber.
Terlebih, eskalasi konflik geopolitik seperti ketegangan di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi energi internasional.
"Keamanan dalam negeri diperlukan untuk mengamankan distribusi domestik agar pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri tetap berjalan aman tanpa gangguan," jelasnya.
Lebih lanjut, Sandri menegaskan bahwa Polri menjadi faktor kunci dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Sebab, stabilitas negara akan memungkinkan adanya percepatan transisi menuju energi terbarukan yang berbasis pada potensi lokal di berbagai wilayah Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan cadangan energi nasional, baik cadangan operasional maupun strategis, memerlukan jaminan stabilitas agar dapat didistribusikan secara cepat saat terjadi situasi darurat.
"Stabilitas negara memungkinkan percepatan transisi energi. Pengelolaan cadangan energi nasional memerlukan stabilitas agar dapat didistribusikan saat terjadi darurat krisis energi," pungkas Sandri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Koordinator-Nasional-Kornas-Presidium-Pemuda-Timur-Sandri-Rumanama.jpg)