Ada Varian Covid-19 Baru ‘Cicada’, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui
Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.
Ringkasan Berita:
- Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO
- BA.3.2 kini sudah ditemukan di lebih 30 negara, dan disebabkan negara mencakup lebih 30 persen kasusnya, termasuk Jepang, Kenya, Belanda, Inggris dan tentunya Amerika Serikat
- Kemenkes meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan varian ini berisiko rendah serta belum terdeteksi di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Varian baru Covid-19 ‘Cicada’ kini jadi perhatian dunia. WHO dan banyak negara sedang mengamati varian baru BA.3.2, Cicada.
Varian ini sudah masuk "Variant Under Monitoring - VUM" WHO. Artinya, varian ini belum dianggap berbahaya seperti varian besar sebelumnya, tetapi sedang diawasi ketat karena ada potensi dampak tertentu.
Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.
Varian ini belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian.
Merujuk pada WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah.
Baca juga: Muncul Varian Baru Covid-19 ‘Cicada’, Disebut Berisiko Rendah dan Belum Ada di Indonesia
Berikut hal-hal yang perlu diketahui terkait varian Cicada seperti dirangkum oleh pakar kesehatan sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama.
1. Sebarannya di Lebih dari 30 Negara
BA.3.2 kini sudah ditemukan di lebih 30 negara, dan disebabkan negara mencakup lebih 30 persen kasusnya, termasuk Jepang, Kenya, Belanda, Inggris dan tentunya Amerika Serikat.
Amerika Serikat melalui CDC pada Februari 2026 mulai melacak varian ini, dan pada 19 Maret 2026 mulai dideteksi dan ditemukan adanya peningkatan kasus di Amerika Serikat.
Kasus pertama mulai ada di Amerika Serikat pada Januari tahun ini, dan laporan terakhir maka sudah mulai ditemukan juga pada swab pengunjung dari luar negeri yang masuk Amerika Serikat.
WHO sendiri mulai memantau secara global sejak Desember 2025, meskipun kasus awal sudah ada sejak 2024 di Afrika Selatan.
2. Kenapa Jadi Perhatian Global?
Prof Tjandra menyatakan, merujuk sejumlah literatur yang ada ternyata BA.3.2 sudah mengalami 75 mutasi atau disebut high mutated. Ini cukup tinggi dibanding banyak varian sebelumnya.
Mutasi terjadi pada bagian penting virus yang disebut spike protein.
“Ini bagian yang membantu virus masuk ke sel tubuh manusia. Karena itu, perubahan di sini bisa mempengaruhi cara penularan atau respons imun,” jelas dia..
3. Apa Gejala Khasnya?
Gejala saat terinfeksi ‘cisada’ pada dasarnya tidak berbeda dengan varian sebelumnya yaitu demam, batuk dan kelelahan.
Tetapi beberapa kasus ada juga keluhan nyeri di tenggorokan, seperti teriris silet "razorblade throat"
4. Bagaimana dengan efektivitas vaksin yang ada?
Vaksin yang ada kini masih dapat mencegah terjadinya penyakit yang berat. Tapi di banyak negara tetap menganjurkan vaksin booster, setidaknya pada kelompok berisiko tinggi.
Kemenkes: Cicada Belum Terdeteksi di Indonesia
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan varian ini berisiko rendah serta belum terdeteksi di Indonesia.
"Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian tersebut di Indonesia," kata dia di Jakarta, Kamis (2/4).
Saat ini, varian covid-19 yang dominan di Indonesia adalah XFG (57 persen), LF.7 (29 persen), XFG 3.4.3 (14 persen). Ketiganya juga memiliki risiko rendah.
Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus berupa pengetatan di pintu masuk negara.
Namun demikian Kemenkes tetap melakukan surveilans, pelaporan rutin dari lapangan dan pengujian sampel di lab serta komunikasi risiko.
Masyarakat diharapkan tetap membiasakan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS): rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit atau di keramaian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UPDAT-ILUSTRASI-COVID-19-5435242534645786.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.