Megawati Soekarnoputri: Ketangguhan Riset Jadi Kunci Ekonomi Kreatif Indonesia
Megawati menilai, kualitas pengerjaan (craftmanship) produk ekonomi kreatif lokal, seperti kriya dan fesyen, sejatinya tidak kalah saing.
Ringkasan Berita:
- Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa kunci utama dalam mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia dari hulu ke hilir terletak pada semangat gotong royong, ketangguhan riset, serta perlindungan Kekayaan Intelektual (HAKI)
- Megawati menilai, kualitas pengerjaan (craftmanship) produk ekonomi kreatif lokal, seperti kriya dan fesyen, sejatinya tidak kalah saing dengan produk mancanegara
- Presiden ke-5 Republik Indonesia ini mencontohkan bagaimana riset dapat mengubah nilai sebuah komoditas
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa kunci utama dalam mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia dari hulu ke hilir terletak pada semangat gotong royong, ketangguhan riset, serta perlindungan Kekayaan Intelektual (HAKI).
Megawati menilai, kualitas pengerjaan (craftmanship) produk ekonomi kreatif lokal, seperti kriya dan fesyen, sejatinya tidak kalah saing dengan produk mancanegara.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Bertemu Megawati Soekarnoputri di Istana
Menurutnya, desain yang indah dan bahan berkualitas lahir dari proses riset yang mendalam.
Hal itu disampaikan Megawati saat membuka acara Temu Wicara dan Penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kabupaten Klungkung, Bali.
"Saya memilih Bali karena masyarakat internasional sangat mengagumi Bali. Produk kerajinan Bali juga digunakan oleh masyarakat luar, contohnya rumah mode ikonik di Perancis yang menggunakan kain tenun Endek Bali dalam koleksi produknya," ujar Megawati, dikutip Jumat (3/4/2026).
Presiden ke-5 Republik Indonesia ini mencontohkan bagaimana riset dapat mengubah nilai sebuah komoditas.
Seperti rumput laut (seaweed), yang kini tidak hanya menjadi objek kuliner, tetapi juga dikembangkan menjadi produk estetika berbasis organik.
Oleh karena itu, ia meminta agar produk berbasis budaya seperti Kain Tenun Endek Bali harus mendapatkan perlindungan hukum yang kuat.
"Kain Tenun Endek Bali dan produk berbasis budaya lainnya harus dilindungi dengan Kekayaan Intelektual," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengarahkan BRIN, Kementerian Hukum, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian UMKM, bersama jajaran pemerintah daerah di Bali untuk bersatu padu.
Ia ingin para pelaku UMKM tidak hanya menerima perlindungan hukum, tetapi juga merasakan manfaat ekonomi yang nyata dari produk inovatif mereka.
Megawati juga memberikan apresiasi kepada BRIN di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Arif Satria yang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menginisiasi valuasi kekayaan intelektual bagi pelaku usaha.
Baca juga: Megawati Berduka Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Usulkan Kenaikan Pangkat Anumerta
Luncurkan Rumah Inovasi Indonesia (RII)
Menanggapi arahan tersebut, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria mengumumkan bahwa pihaknya akan meluncurkan Rumah Inovasi Indonesia (RII) pada Agustus 2026 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/megawati-risettttttttt.jpg)