Senin, 27 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Operasi Ketupat 2026 Dinilai Efektif, Riset Albertus Ungkap Catatan di Simpul Transportasi

Riset Albertus Wahyurudhanto nilai Operasi Ketupat 2026 efektif, didukung pemantauan real-time dan polantas prediktif.

Penulis: Glery Lazuardi
HO/IST
MUDIK LEBARAN 2026 – Petugas Polri mengatur arus lalu lintas di jalur mudik Lebaran 2026. Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai efektif dengan sistem pemantauan real-time dan strategi berbasis data. 
Ringkasan Berita:
  • Riset triangulasi Albertus sebut Operasi Ketupat 2026 efektif, meski ada catatan simpul transportasi.
  • Angka kecelakaan turun 30 persen, kepuasan masyarakat capai 94 persen.
  • Sistem one way dinilai efektif, berpotensi jadi kebijakan permanen dengan peningkatan rambu jalan tol.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Guru Besar STIK Lemdiklat Polri, Albertus Wahyurudhanto, menilai Operasi Ketupat 2026 berjalan efektif berdasarkan riset triangulasi yang menggabungkan survei 3.200 responden di 8 Polda, data operasional posko, serta analisis para ahli dengan metode Delphi.

“Hasil riset menunjukkan pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan dengan baik, meski masih ada catatan seperti konsentrasi petugas yang terlalu fokus di jalur darat, padahal kendala juga muncul di simpul transportasi seperti pelabuhan dan rest area,” ujar Albertus saat audiensi evaluasi bersama Kakorlantas, Sabtu (4/4/2026).

Ia menekankan keunggulan operasi tahun ini berupa sistem pemantauan real-time dan penerapan predictive traffic policing berbasis data.

“Jika sebelumnya evaluasi hanya pada aspek pelayanan, kini kepolisian mulai beralih ke strategi predictive traffic policing yang berbasis data,” jelasnya.

Menurutnya, strategi ini membangun pemahaman bahwa rekayasa lalu lintas adalah kebutuhan publik demi keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Data Polri menunjukkan angka kecelakaan turun 30 persen dan kepuasan masyarakat mencapai 94 persen.

Pengamat kebijakan publik Tulus Abadi menilai instrumen yang diterapkan efektif menjaga kelancaran arus mudik.

“Operasi Ketupat tahun ini telah mengeluarkan instrumen-instrumen yang sangat membantu untuk mengkonstruksikan arus mudik berjalan lancar dan selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian kepuasan masyarakat yang tinggi harus dijaga dan ditingkatkan.

Efektivitas rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dinilai berperan besar mengurai kepadatan kendaraan sekaligus menekan kecelakaan.

Baca juga: 9 Negara yang Terapkan WFH PNS dan Pegawai Swasta untuk Efisiensi Energi

Tulus menyebut keberhasilan sistem one way mendorong rencana menjadikannya kebijakan permanen, termasuk peningkatan rambu dan petunjuk arah di jalan tol.

“Ke depan direncanakan menjadi kebijakan permanen sehingga perlu di-upgrade petunjuk arah perambuan di jalan tol,” jelasnya.

Dengan hasil positif ini, kepercayaan publik terhadap Polri diharapkan terus meningkat. Masyarakat pun diharapkan merasakan perjalanan mudik yang semakin aman, nyaman, dan tertib di tahun-tahun berikutnya.


 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved