Sabtu, 18 April 2026

Berita Viral

Viral Kisruh Rating Game IGRS, Kemkomdigi: Steam Harus Beri Klarifikasi

Penerapan rating IGRS di Steam ini memicu banyaknya kritik dari warganet karena rating usia game yang diberikan di Indonesia dinilai ngawur

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
Instagram @kemkomdigi
KOMDIGI KLARIFIKASI IGRS - Unggahan akun resmi Instagaram @kemkomdigi pada Senin (6/4/2026) terkait kontroversi rating IGRS di Steam. 

Ringkasan Berita:
  • Komunitas gamer mengkritik implementasi rating IGRS di Steam yang dinilai ngawur
  • Game anak-anak Upin & Ipin berlabel 18+ sementara game kekerasan PUBG berlabel 3+ cocok untuk balita
  • Komdigi menegaskan bahwa rating yang tidak akurat tersebut bukanlah hasil klasifikasi resmi IGRS
  • Komdigi sebut Steam melakukan self-declare (pengisian mandiri) oleh pengembang di platform Steam.
  • Komdigi akan meminta klarifikasi resmi kepada Valve (pengelola Steam) dan mengancam sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran

 

TRIBUNNEWS.COM - Jagat media sosial tanah air tengah dihebohkan dengan polemik baru yang meledak di kalangan komunitas gamer Indonesia.

Hal ini terjadi lantaran implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS) milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di platform Steam menuai banyak kritikan keras.

Penerapan rating IGRS ini memicu banyaknya kritik dari warganet karena rating usia game yang diberikan dinilai "ngawur" dan sama sekali tidak sesuai dengan konten aslinya.

Kejadian yang viral sejak akhir pekan lalu, Sabtu (4/4/2026), memancing kemarahan netizen lantaran sistem yang seharusnya melindungi anak-anak justru dinilai menyesatkan para orang tua.

Sejumlah gamer melaporkan adanya ketidaksesuaian rating yang sangat mencolok di halaman toko Steam.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah permainan game anak-anak Upin & Ipin Universe yang mendapatkan label 18+ (dewasa).

Sebaliknya, game yang penuh dengan konten kekerasan seperti PUBG Battlegrounds malah diberi rating 3+ atau layak untuk anak usia tiga tahun ke atas.

Tak hanya itu, beberapa judul game populer dunia seperti GTA V, Cyberpunk 2077, hingga Baldur's Gate 3 sempat muncul dengan label "Refused Classification" (RC).

Label ini berarti game tersebut dianggap tidak layak untuk didistribusikan di wilayah Indonesia.

Menanggapi kekisruhan terkait penerapan rating IGRS di Indonesia, Komdigi pun buka suara.

Klarifikasi Komdigi

Baca juga: Komdigi Akui Rating Game IGRS Buatan Pemerintah Belum Sepenuhnya Akurat

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Komdigi langsung bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi melalui unggahan di akun Instagram @kemkomdigi pada Senin (6/4/2026). 

Pemerintah melalui Komdigi menegaskan bahwa informasi rating yang terindikasi tidak akurat pada sejumlah gim di platform Steam tersebut bukanlah hasil klasifikasi resmi dari IGRS.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa rating yang beredar tersebut berasal dari mekanisme internal platform Steam yang bersifat self-declare atau pengisian mandiri oleh pihak pengembang.

"Rating tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim," tegas Sonny dalam pernyataan resminya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved