Rabu, 8 April 2026

Didi Mahardhika: Demokrasi Perlu Dijalankan Secara Konstruktif dan Berlandaskan Nasionalisme

Sebagai cucu Proklamator Soekarno, Didi menegaskan kalau nasionalisme harus tetap menjadi fondasi dalam penyelenggaraan negara.

HO/IST
BERSALAMAN - Didi Mahardhika Sukarno (kanan) bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah kesempatan. Didi menegaskan bahwa nasionalisme harus tetap menjadi fondasi dalam penyelenggaraan negara. (HO/IST) 
Ringkasan Berita:
  • Didi menilai tantangan utama saat ini adalah distorsi praktik demokrasi yang berpotensi melemahkan legitimasi negara.
  • Kritik tetap penting, namun harus konstruktif dan tidak menggerus kepercayaan publik.
  • Nasionalisme dan demokrasi harus berjalan seiring untuk menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah tekanan global dan dinamika politik domestik, isu nasionalisme kembali menguat sebagai pijakan penting dalam kehidupan berbangsa.

Didi Mahardhika Sukarno menilai tantangan utama Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan ekonomi atau geopolitik, tetapi juga arah praktik demokrasi yang mulai mengalami distorsi.

Baca juga: Imparsial Sebut Normalisasi Aparat di Jabatan Sipil Berpotensi Ganggu Demokrasi

Sebagai cucu Proklamator Soekarno, Didi menegaskan kalau nasionalisme harus tetap menjadi fondasi dalam penyelenggaraan negara.

Ia melihat adanya kecenderungan sebagian pihak menggunakan demokrasi bukan sebagai sarana koreksi yang sehat, melainkan sebagai alat untuk melemahkan legitimasi pemerintahan.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi.

Namun, ketika kritik tersebut tidak lagi bertujuan memperbaiki, melainkan secara sistematis menggerus kepercayaan publik, maka yang terjadi adalah penyimpangan dari esensi demokrasi itu sendiri.

Didi mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memicu polarisasi dan melemahkan persatuan nasional, terlebih dalam situasi global yang penuh ketidakpastian.

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik melalui kritik yang konstruktif, bukan serangan yang justru merusak legitimasi negara.

Sebagai bagian dari keluarga besar Soekarno dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Didi mendorong agar demokrasi Indonesia tetap berlandaskan nilai gotong royong, musyawarah, dan kepentingan nasional.

Baca juga: Soal Pernyataan Saiful Mujani, Relawan Nilai Demokrasi Sebaiknya Tak Diisi Spekulasi Provokatif

Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak menjadi pemicu ketidakstabilan.

Lebih lanjut, Didi menilai nasionalisme tidak hanya berkaitan dengan menghadapi pengaruh eksternal, tetapi juga menjaga kohesi sosial di dalam negeri.

Ia menekankan bahwa menjaga Indonesia adalah proses berkelanjutan, termasuk memastikan demokrasi berjalan pada jalur yang memperkuat, bukan melemahkan bangsa.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved