Pemerintah Terbitkan Buku Saku Penerima Program Prabowo, Keluarga Naila Dapat Rp 208 Juta per Tahun
Pemerintah luncurkan buku saku manfaat dan penerima program dukungan kesejahteraan tahun 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Pemerintah meluncurkan buku saku manfaat dan penerima program dukungan kesejahteraan tahun 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (8/4/2026).
- Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menjelaskan buku tersebut disajikan untuk menunjukkan kehadiran negara bagi keluarga rentan.
- Melalui buku saku ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa bantuan sosial kini tidak lagi parsial, melainkan saling menopang antar sektor.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah meluncurkan buku saku manfaat dan penerima program dukungan kesejahteraan tahun 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (8/4/2026).
Dalam buku tersebut, pemerintah mengungkap sejumlah masyarakat yang menjadi penerima manfaat program negara.
Adapun buku itu merupakan buatan dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Staf Khusus Kepresidenan Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra dan Stafsus KSP Timothy Ivan Triyono.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa buku tersebut disajikan untuk menunjukkan kehadiran negara bagi keluarga rentan.
"Yang kita tampilkan untuk penerimaan di tingkat individu atau tingkat keluarga. Sebagai contoh, nih supaya konkret nih, orangnya ada nih, bisa di cek, bisa didatangi nih. Naila, seorang siswi sekolah rakyat tingkat SMP di Makassar, Sulawesi Selatan," ujar Qodari di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatra Selagi Tunggu Data Rampung
Naila merupakan anak dari pasangan Syamsul yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Nurlia yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART).
Qodari menyebut dukungan yang diberikan bersifat lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perumahan.
Pada sektor pendidikan, Naila mendapatkan akses di Sekolah Rakyat dengan nilai manfaat Rp48 juta per tahun. Dukungan ini mencakup kebutuhan dasar siswa dari perlengkapan sekolah hingga asrama.
"Naila sekolah di SR dengan biaya tahunannya Rp 48 juta. Ya, jadi kalau masuk ke sana bayar sendiri kira-kira Rp 48 juta gitu ya," kata Qodari.
Selain pendidikan, keluarga Naila juga menerima manfaat dari sektor kesehatan melalui PBI JKN dan CKG.
Ibu Naila, Nurlia, turut mendapatkan dukungan usaha senilai Rp4,6 juta guna mendorong produktivitas ekonomi keluarga.
Di sektor pangan, pemerintah menyalurkan bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dalam keluarga tersebut.
Kakak Naila, Faril, tercatat menerima bantuan MBG dengan nilai Rp4,6 juta per tahun, ditambah bantuan sembako keluarga senilai Rp2,4 juta.
Lonjakan angka dukungan hingga menembus Rp208 juta per tahun juga dipengaruhi oleh bantuan infrastruktur hunian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/buku-saku-manfaat-dan-penerima-program-dukungan-kesejahteraan.jpg)