Sabtu, 11 April 2026

Seskab Sebut Fenomena 'Inflasi Pengamat', Banyak Berkomentar Tanpa Data

Seskab Teddy sebut fenomena “inflasi pengamat”, kritik opini tanpa data dan minta tak picu kecemasan publik terhadap pemerintah

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Taufik Ismail
INFLASI PENGAMAT - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa saat ini terdapat suatu fenomena yang disebut inflasi pengamat. fenomena dimana banyak sekali pengamat yang mengomentari isu tanpa didukung oleh latar belakang pendidikan atau pengalaman dan data yang mumpuni. Hal itu disampaikan Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (4/10/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena “inflasi pengamat”, yakni maraknya komentar tanpa dasar data dan keahlian memadai 
  • Ia menilai sebagian pengamat cenderung menggiring opini negatif terhadap Prabowo Subianto sejak sebelum menjabat 
  • Meski terbuka pada kritik, pemerintah mengingatkan agar opini tidak menimbulkan kecemasan publik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa saat ini terdapat suatu fenomena yang disebut inflasi pengamat.

Fenomena dimana banyak sekali pengamat yang mengomentari isu tanpa didukung oleh latar belakang pendidikan atau pengalaman dan data yang mumpuni.

Hal itu disampaikan Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (4/10/2026).

“Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” kata Teddy.

Pengamat pengamat tersebut kata dia sebagian besar adalah mereka yang sudah sejak lama berusaha menggiring opini publik untuk tidak menyukai Prabowo.

“Dan teman-teman coba Anda perhatikan, dari sebagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga, membentuk opini publik,” katanya.

Menurut Teddy pengamat tersebut sudah menggiring opini publik sebelum Prabowo menjadi menjadi presiden.

Baca juga: Seskab Teddy Indra Wijaya Bantah MBG Potong Anggaran Pendidikan: Itu Narasi Keliru

Hanya saja, upaya pengamat tersebut tidak berhasil , terbukti pada Pilpres 2024 lalu, Prabowo terpilih menjadi Presiden dengan raihan 96 juta suara.

“Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya,” katanya.

Teddy tidak mempermasalahkan pihak pihak yang berseberangan ataupun memberikan kritik kepada pemerintah.

Hanya saja ia meminta kepada para pengamat untuk tidak menebar ketakutan di tengah masyarakat.

“Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya. Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” katanya.

Teddy mengajak kepada semua pihak untuk optimis dalam membangun Indonesia, jangan malah sebaliknya mengajak masyarakat untuk pesimis dan berharap buruk terhadap kondisi bangsa .

“Semuanya bekerja keras, tentu belum sempurna, kami terima kritik, terima masukan. Nah, secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved