Minggu, 12 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Mengintip Gudang Motor MBG Sentul: Tembok Baru Dicat hingga Pagar Digembok

Menelusuri kesiapan motor listrik MBG di Sentul & Citeureup: Dari perakitan unit Emmo hingga realisasi anggaran negara yang ketat.

|
Tribunnews.com
MOTOR LISTRIK MBG – Sebuah truk pengangkut motor listrik jenis trail berlogo Badan Gizi Nasional di kawasan gudang PT Adlas Sarana Elektrik, Jalan Olympic Raya, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026). Armada ini disiapkan sebagai pendukung mobilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
Ringkasan Berita:
  • Pantauan lapangan menunjukkan percepatan perakitan armada motor listrik program Makan Bergizi Gratis di gudang logistik Bogor.
  • Kepala Badan Gizi Nasional mengonfirmasi pengadaan ribuan unit kendaraan telah sesuai dengan prosedur administrasi keuangan negara.
  • Seluruh unit motor kini sedang dalam tahap finalisasi pencatatan aset negara sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Kesibukan logistik tampak terlihat di wilayah di Sentul dan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Puluhan unit sepeda motor listrik dengan identitas visual khas program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mendarat di beberapa titik pergudangan.

Namun, di balik persiapan masif armada distribusi nasional tersebut, tersimpan pemandangan unik di lapangan—mulai dari aktivitas 'bersolek' bangunan gudang yang dilakukan secara mendadak hingga prosedur pengamanan ketat yang menyambut setiap pendatang.

Dari liputan Tribunnews.com di lokasi, di balik deru mesin truk pengangkut, tersaji pemandangan kontras antara fasilitas yang tengah berbenah dengan deretan armada yang sudah siap beroperasi.

Lapis Cat Kuning dan Deretan Trail

Jumat (10/4/2026) sekira pukul 11.00 WIB, sebuah truk putih bertuliskan Aduagis Transporindo Sejahtera terpantau menurunkan belasan unit motor listrik jenis trail (motor medan berat) di sebuah lahan luas di Jalan Olympic Raya, Sentul—sekitar 3,3 kilometer dari gerbang tol Sentul 2.

Motor-motor baru berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut masih terbungkus plastik transparan di beberapa bagiannya.

Di lokasi, sejumlah pekerja mengenakan kaus bertuliskan PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) sibuk memindahkan unit ke dalam gudang.

Menariknya, salah satu bangunan gudang yang berukuran lebih besar tampak sedang dicat ulang dengan warna kuning—warna yang identik dengan merek otomotif yang digunakan sebagai armada program MBG.

Proses pengecatan diduga baru saja dimulai karena lapisan cat segar baru terlihat di bagian depan, sementara warna asli tembok masih tampak di sisi lainnya.

Di samping gedung yang tengah bersolek itu, puluhan unit motor trail MBG lainnya terparkir rapi di halaman terbuka tanpa atap, tetap dalam balutan plastik pelindung.

Baca juga: Penampakan Kantor Pemenang Tender Motor Listrik MBG di Jakbar: Rumah Megah Tanpa Plang Nama

Interaksi dan Pagar yang Digembok

GUDANG ARMADA MBG – Suasana bangunan gudang PT Adlas Sarana Elektrik di Jalan Olympic Raya, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026). Fasilitas ini difungsikan sebagai tempat penyimpanan serta penyiapan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
GUDANG ARMADA MBG – Suasana bangunan gudang PT Adlas Sarana Elektrik di Jalan Olympic Raya, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026). Fasilitas ini difungsikan sebagai tempat penyimpanan serta penyiapan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tribunnews.com)

Kehadiran awak media di lokasi segera disambut oleh prosedur pengamanan yang ketat namun persuasif.

Tak berselang lama, seorang pria berkaus abu-abu dan bercelana denim menghampiri wartawan.

Ia mengaku sebagai mandor proyek pengecatan dan meminta wartawan untuk menjauh dari area pergudangan.

"Saya mandor ini yang lagi mengecat. Udah kalau gitu ikut saya dulu sini," ucapnya sembari menggiring wartawan menuju dua pria lain yang mengaku sebagai pihak ekspedisi pengiriman kendaraan.

Kedua pria tersebut memiliki penampilan yang kontras; satu mengenakan jaket hijau tua dengan ransel bermotif loreng, sementara lainnya mengenakan topi hitam dan kalung besi di lehernya.

Meski mengaku tidak memahami detail terkait perusahaan pemenang tender pengadaan, ketiganya bersikap protektif dengan melarang wartawan masuk lebih dalam atau sekadar mendekati unit motor listrik yang terparkir.

Ketegangan kecil berakhir saat truk pengangkut hendak keluar area.

Setelah memastikan gerbang terbuka dan memeriksa pengemudi truk, pria berkaus abu-abu tersebut meminta wartawan untuk segera memindahkan kendaraan dan meninggalkan lokasi secara halus.

"Hari ini tidak ada pimpinan yang bisa ditemui. Lagian ini hari Jumat, bukan hari kerja. Kalau Senin ke sini, mungkin ada," tutupnya.

Tak lama setelah wartawan keluar, pria tersebut segera menutup rapat gerbang dan menggembok pagar utama area pergudangan tersebut.

Pusat Perakitan di Area Kaisar Motorindo

Penelusuran berlanjut 10 kilometer ke arah Jalan Bioskop Atom, Citeureup, Kabupaten Bogor.

Di area pabrik milik PT Kaisar Motorindo Industri, ditemukan gudang dengan papan nama "PT Adlas Sarana Elektrik". 

Area seluas lebih dari lapangan bola ini menjadi pusat aktivitas yang padat; mulai dari tumpukan suku cadang hingga puluhan motor listrik MBG yang terparkir di bagian dalam gedung.

Seorang pegawai mengungkapkan bahwa lokasi tersebut berfungsi sebagai tempat perakitan utama.

"Di sini ada gudang, tapi memang perakitan di sini. Dirakit di sini semua," ucapnya.

PT Adlas sendiri diketahui baru menyewa gudang tersebut selama dua bulan terakhir. Namun, kedatangan media direspons secara reaktif oleh sejumlah pegawai.

"Jangan foto video. Kalau saya dipecat, kamu mau tanggung jawab?" cetus salah satu pegawai di lokasi perakitan.

Baca juga: Purbaya Mengaku Kecolongan 21 Ribu Motor Listrik untuk SPPG, Langsung Setop Anggaran

Detail Pengadaan Emmo dan Realisasi Anggaran

MOTOR LISTRIK UNTUK SPPG - Kepala BGN, Dadan Hindayana saat memberikan keterangan mengenai viral motor listrik untuk SPPG di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Igman Ibrahim/Tribunnews)
MOTOR LISTRIK UNTUK SPPG - Kepala BGN, Dadan Hindayana saat memberikan keterangan mengenai viral motor listrik untuk SPPG di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Igman Ibrahim/Tribunnews) (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Pengadaan ribuan motor listrik merek Emmo untuk operasional program MBG dilaksanakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan jasa logistik yang dimiliki oleh Yenna Yuniana. 

Meski merek ini tergolong baru dengan desain yang baru didaftarkan akhir tahun lalu, unit tipe Emmo JVX GT seharga Rp49,95 juta per unit ini diklaim memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen.

Hingga batas akhir kontrak pada 20 Maret 2026, penyedia berhasil merampungkan 21.801 unit dari target awal 25.644 unit, di mana sisa anggaran yang tidak terserap telah dikembalikan ke kas negara.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan ini telah direncanakan sejak anggaran 2025 dan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sesuai regulasi keuangan yang berlaku.

Saat ini, seluruh unit yang diproduksi di fasilitas manufaktur Citeureup tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Pihak BGN memastikan pendistribusian ke kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses pencatatan aset selesai demi menjaga akuntabilitas program.

Baca juga: Pengadaan Motor Listrik BGN, Yahya Zaini: Sudah Lewati Mekanisme dan Disetujui Kemenkeu

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan bahwa pengadaan motor listrik BGN sah secara regulasi karena telah disetujui Kementerian Keuangan dalam anggaran 2025.

Meski diimpor dari China, unit tersebut didatangkan dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) untuk dirakit di Indonesia guna memberdayakan industri nasional.

Sinergi Logistik dan Catatan Teknis

Penelusuran lapangan ini mencatat akselerasi infrastruktur program MBG melalui aktivitas perakitan unit yang intensif di fasilitas kolaborasi PT Kaisar Motorindo dan PT Adlas Sarana Elektrik

Strategi resource sharing (berbagi sumber daya) ini menunjukkan percepatan rantai pasok guna mengejar target operasional nasional.

Meski demikian, aspirasi mengenai administrasi teknis kendaraan dan dampak lalu lintas berat terhadap kerusakan jalan di sekitar lokasi menjadi ruang bagi otoritas terkait untuk memberikan klarifikasi demi menjaga transparansi serta akuntabilitas program. (Tim Liputan Khusus Tribun Network)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved