Kemnaker Gandeng TikTok, Targetkan 100 Ribu Orang Setahun Mahir Digital Skill E-Commerce
Menaker Yassierli menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor digital.
Ringkasan Berita:
- Kemnaker resmi menjalin kerja sama strategis dengan platform TikTok
- Kerja sama ini ditargetkan mampu mencetak hingga 100.000 talenta digital baru setiap tahunnya, khususnya yang ahli di bidang e-commerce
- Tercatat ada 400 peserta yang hadir secara luring di Gedung Vokasi Kemnaker dan 1.000 peserta yang mengikuti secara daring (online)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor digital.
Terbaru, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kerja sama strategis dengan platform TikTok melalui program bertajuk "BISA Bareng TikTok" (Belajar Implementasi & Skill Adaptif Bareng TikTok).
Menaker Yassierli mengungkapkan, kerja sama ini ditargetkan mampu mencetak hingga 100.000 talenta digital baru setiap tahunnya, khususnya yang ahli di bidang e-commerce.
"Kalau tadi Pak Dirjen menyampaikan ke saya, 100.000 satu tahun ya. Semoga digital skill dalam konteks e-commerce ini kita bisa mencapai sampai 100.000 orang," ujar Yassierli saat ditemui usai peluncuran program di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Yassierli menjelaskan, langkah menggandeng industri seperti TikTok merupakan langkah taktis untuk menjawab tantangan dunia kerja saat ini.
Baca juga: Kemnaker Buka Sertifikasi K3 Gratis Batch 2 2026, Kuota 2.100 Peserta, Cek Syaratnya
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang melek digital sudah sangat mendesak, namun kemampuan infrastruktur pemerintah dalam menyediakan pelatihan tersebut masih memiliki keterbatasan.
"Kami melihat tuntutan bahwa pekerja di Indonesia memiliki digital skill itu sudah mendesak, sedangkan ketersediaan infrastruktur, modul, dan praktik pelatihan kita masih terbatas. Makanya kita bekerja sama dengan TikTok," jelasnya.
Untuk mencapai target ambisius 100.000 orang setahun tersebut, Kemnaker tidak hanya mengandalkan pelatihan sekali jalan.
Baca juga: WFH Pekerja Swasta Sehari Seminggu Dievaluasi 2 Bulan, Kemnaker Pantau Hak Karyawan
Program ini melibatkan skema Training of Trainers (ToT), di mana para instruktur di balai-balai latihan kerja milik pemerintah akan dilatih langsung oleh pihak TikTok.
"Nanti di sini juga ada para instruktur yang kita latih, jadi mereka ikut paket training for trainers. Merekalah nanti yang akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan digital skills di balai-balai," ucap Menaker.
Pada acara peluncuran perdana ini saja, antusiasme peserta sudah terlihat sangat tinggi.Â
Tercatat ada 400 peserta yang hadir secara luring (offline) di Gedung Vokasi Kemnaker dan 1.000 peserta yang mengikuti secara daring (online).
Tak sekadar memberi pelatihan, pemerintah memastikan adanya Memorandum of Understanding (MoU) yang kuat agar para lulusan program ini benar-benar bisa terserap atau berdaya secara ekonomi.
"Kami ada MOU dengan TikTok untuk sama-sama mengawal peserta pelatihan pascapelatihan itu akan jadi apa. Ini baru inisiatif awal, karena sesudah ini nanti adalah bagaimana hasil pelatihan itu mereka bisa terapkan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kemnaker-meluncurkan-program-bertajuk-BISA-Bareng-TikTok-321.jpg)