Presiden Prabowo Panggil Menteri KKP dan Mendiktisaintek Bahas Giant Sea Wall
Pertemuan ini untuk membahas kelanjutan proyek strategis nasional Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto memanggil menteri dan pimpinan BUMN ke Istana untuk membahas kelanjutan proyek Giant Sea Wall.
- Pertemuan ini juga menunjukkan kemungkinan peran perguruan tinggi dalam mendukung program strategi nasional.
- Hingga kini rapat masih berlangsung tertutup.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pimpinan BUMN ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/4/2026) pagi.
Pertemuan ini untuk membahas kelanjutan proyek strategis nasional Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Pantauan di lokasi pukul 13.58 WIB, tampak hadir Direktur Utama PT Pindad, Sigit Puji Santosa, yang mengenakan kemeja putih.
Kehadirannya disusul oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit Puji Santosa, sempat menyapa awak media sebelum memasuki area gedung.
Kehadiran bos perusahaan pertahanan plat merah ini diduga berkaitan dengan dukungan infrastruktur atau teknologi alat berat dalam pembangunan tanggul tersebut.
Sementara itu, Mendikti Saintek Brian Yuliarto yang juga Kepala Badan Industri Mineral itu mengatakan kehadiran sejumlah menteri kabinet untuk membahas proyek giant sea wa.
“Cuma mungkin tentang Giant Sea Wall ya. Tapi nati saya lihat dulu ya. Nanti saya kabarin,” ujar Brian.
Tak hanya itu, kata Brian, Prabowo juga akan membahas mengenai perguruan tinggi untuk membantu program strategis nasional.
“Tentu sepertinya peran perguruan tinggi untuk membantu program-program strategis nasional, nanti saya kabarin lagi ya,” pungkasnya.
Hingga berita ini dilaporkan, pertemuan antara Presiden Prabowo dengan jajaran menteri dan Dirut Pindad masih berlangsung secara tertutup di dalam kompleks Istana.
Giant see wall atau tanggul laut raksasa Pantai Utara Jawa akan segera dimulai sebagai proyek strategis nasional untuk melindungi Jakarta dan kawasan pesisir utara Jawa dari banjir rob serta dampak perubahan iklim.
Proyek ini akan dibiayai melalui kombinasi APBN dan investasi swasta dengan estimasi biaya mencapai USD 80–100 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/datangi-Istana-Kepresidenan-Ja.jpg)