Eks Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Intervensi Asing di Balik Kerja Sama dengan Negara Lain
Boy Rafli Amar menyebut investasi asing masih bisa dianggap positif, namun menjadi berbahaya jika sampai mengganggu kedaulatan negara.
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi III DPR Boy Rafli Amar menyebut investasi asing masih bisa dianggap positif, namun menjadi berbahaya jika sampai mendikte kebijakan dan mengganggu kedaulatan negara.
- Ia mengibaratkan Indonesia sebagai “gadis cantik” yang menarik banyak pihak, sehingga potensi intervensi dan upaya memecah belah harus diwaspadai.
- Boy menekankan agar Indonesia tidak naif dalam kerja sama internasional dan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. (Purn) Boy Rafli Amar, mengingatkan bahwa ancaman intervensi asing terhadap Indonesia bukanlah isu yang bisa dianggap remeh.
Ia menegaskan bahwa intervensi asing memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif.
Menurutnya, investasi asing sebagai bentuk permodalan masih dapat dikategorikan sebagai intervensi positif.
Namun, situasi berubah ketika pihak asing mulai mencampuri dan mendikte kebijakan nasional.
“Kalau dia mendikte kita, agar kita turut kepada hal-hal yang dia inginkan, tapi mengganggu kedaulatan negara kita, kepentingan negara kita, maka ini harus dijaga dengan baik,” kata Boy Rafli dalam keterangan yang diterima, Rabu (22/4/2026).
Hal itu dismapaikannya dalam podcast YouTube Hendri Satrio Official.
Boy juga menggambarkan Indonesia sebagai “gadis cantik” yang menjadi incaran banyak pihak dunia.
Keberagaman yang dimiliki Indonesia, menurutnya, dapat menjadi celah bagi pihak asing untuk memecah belah bangsa.
“Kalau orang-orang yang inginkan Indonesia menjadi negara yang instabilitas, mereka bisa melakukan tindakan-tindakan itu,” ucapnya.
Boy Rafli mengingatkan agar Indonesia tidak bersikap naif dalam menjalin hubungan internasional. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap motif di balik kerja sama yang ditawarkan negara lain.
“Ada apa di balik kebaikannya dia? Kalau kita tidak waspada, akhirnya dia akan ngatur kita nanti,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya konsistensi terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif, sebagaimana juga ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Komjen Pol. Purn. Dr. Boy Rafli Amar, M.H.
“Satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit. Tapi ketergantungan kita dengan negara asing itu, jangan sampai menisbikan kedaulatan negara kita,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/boy-rafli-amar____.jpg)