Kamis, 23 April 2026

Harga BBM Naik

Ekonom Sarankan Prabowo Banyak Mendengar dan Merenung, Tinjau Ulang Program MBG hingga Koperasi Desa

Ekonom dari FEB UNS, Mulyanto, menyarankan pemerintah agar mau meninjau ulang sejumlah program besar di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik.

BPMI SETPRES/
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan kata sambutan di sela-sela peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Prabowo dinilai perlu mendengarkan masukan publik terkait pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. 

Ringkasan Berita:
  • Ekonom Mulyanto sarankan Prabowo Subianto tinjau ulang program besar di tengah tekanan ekonomi nasional
  • Program MBG, Sekolah Rakyat, hingga Kopdes dinilai perlu uji coba bertahap
  • Pemerintah diminta dengar kritik publik dan pertimbangkan dampak fiskal serta kesejahteraan

 

TRIBUNNEWS.COM – Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Mulyanto, menyarankan pemerintah agar mau meninjau ulang sejumlah program besar di tengah tekanan ekonomi, termasuk kenaikan harga BBM dan LPG serta dinamika geopolitik global.

Menurut Mulyanto, Presiden Prabowo Subianto perlu mendengarkan masukan publik terkait pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

Ia menyoroti sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga pengelolaan dana besar melalui Danantara, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Saya kira Pak Prabowo harus mulai mendengar. Program-program besar itu perlu ditinjau ulang,” ujar Mulyanto dalam dialog Overview Tribunnews, Rabu (22/4/2026).

Soroti Program Besar Dilaksanakan Serentak

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta itu menilai, pelaksanaan program secara serentak di seluruh wilayah berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama jika tidak didahului uji coba di daerah yang dinilai siap.

Ia menyarankan agar pemerintah menerapkan skema bertahap dengan melakukan pilot project di kawasan yang prospektif sebelum diperluas ke daerah lain.

Koperasi Merah Putih misalnya. Menurut Mulyanto, pembangunan infrastruktur program tanpa diiringi aktivitas yang jelas justru berisiko tidak efektif.

“Jangan sampai bangunan sudah ada, tetapi aktivitasnya belum berjalan,” katanya.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, BI Buka Suara soal Dampaknya ke Inflasi

Lebih lanjut, Mulyanto mengingatkan bahwa program pemerintah berpotensi menimbulkan persaingan dengan pelaku usaha lokal yang telah lebih dulu ada, seperti koperasi desa maupun BUMDes.

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dikhawatirkan dapat mematikan usaha kecil di sekitar lokasi program.

“Jangan sampai kegiatan pemerintah justru menjadi pesaing bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang sudah berjalan,” ujarnya.

Tekankan Evaluasi Kemampuan Fiskal

Mulyanto juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan keuangan negara dalam menjalankan program-program besar tersebut.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak mengorbankan sektor lain atau berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, indikasi ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah harus menjadi bahan evaluasi serius.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved