Kamis, 23 April 2026

Penerimaan Mahasiswa Baru

Praktik Kecurangan UTBK 2026: Temuan Modus Joki Pakai Kamera Mikro hingga Manipulasi Data Wajah

UTBK kembali menjadi sorotan akibat munculnya berbagai laporan mengenai praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

Istimewa/Istimewa
KECURANGAN - Tangkapan layar kartu peserta terindikasi Joki di Unesa dalam Konferensi Pers Hari Pertama Pelaksanaan UTBK 2026 di laman Youtube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali menjadi sorotan nasional akibat munculnya berbagai laporan mengenai praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.  

Ringkasan Berita:
  • Penyelenggaraan UTBK 2026 kembali disorot karena maraknya laporan kecurangan. 
  • Meski pengawasan diperketat, ambisi masuk perguruan tinggi negeri mendorong sebagian peserta menggunakan cara instan yang melanggar hukum. 
  • Beberapa lokasi ujian, seperti Unesa, Unair, dan UPN Veteran Jawa Timur, teridentifikasi sebagai zona merah dengan anomali data tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali menjadi sorotan nasional akibat munculnya berbagai laporan mengenai praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

Meskipun panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah memperketat pengawasan, ambisi besar untuk menembus perguruan tinggi negeri impian terkadang memicu cara-cara instan yang melanggar hukum dan etika pendidikan.

Beberapa titik lokasi pelaksanaan UTBK 2026 diidentifikasi sebagai zona merah dengan temuan anomali data yang cukup tinggi.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), dan UPN Veteran Jawa Timur menjadi beberapa lokasi di mana praktik kecurangan mulai terendus sejak hari pertama sesi ujian.

 

Selain di Pulau Jawa, indikasi serupa juga dilaporkan muncul di pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), menunjukkan bahwa sindikat ini bergerak secara luas lintas wilayah.

Bagaimana Modusnya?

Modus operandi yang paling mencolok pada tahun 2026 ini adalah penggunaan jasa joki dengan taktik tukar identitas.

Dalam skema ini, seorang joki yang biasanya merupakan mahasiswa aktif atau profesional, masuk ke ruang ujian dengan menyamar sebagai peserta asli.

Mereka menggunakan dokumen kependudukan seperti KTP dan ijazah yang telah dipalsukan secara rapi, bahkan dalam beberapa kasus ditemukan tumpukan blangko KTP kosong yang disiapkan untuk memalsukan data di tempat.

Teknologi canggih juga memainkan peran besar dalam kecurangan UTBK tahun ini, di mana penggunaan alat komunikasi ilegal menjadi semakin kecil dan sulit dideteksi.

Panitia menemukan adanya perangkat audio mikro yang disembunyikan di dalam telinga serta kamera pengintai mini yang disamarkan dalam kancing baju atau bingkai kacamata.

Alat-alat ini memungkinkan pihak luar untuk melihat soal di layar komputer peserta secara real-time dan memberikan jawaban melalui transmisi suara.

Selain perangkat fisik, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai merambah ke dunia perjokian.

Beberapa sindikat menggunakan perangkat lunak khusus yang mampu memproses gambar soal dengan cepat dan memberikan solusi jawaban secara otomatis.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved