Senin, 8 Juni 2026

Ijazah Jokowi

Ketum Projo Budi Arie Nilai Ada yang Manfaatkan Kasus Ijazah Jokowi untuk Cari Panggung & Adu Domba

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi merespons soal kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi yang hingga kini masih bergulir.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi merasa kasus ijazah Jokowi ini tidak substantif dan cenderung dimanfaatkan sebagai panggung bagi pihak tertentu.
  • Bahkan Budi menyebut, di tengah kasus ijazah Jokowi yang masih bergulir ini, selalu ada yang memanfaatkan situasi untuk membuat kisruh, bahkan mengadu domba.
  • Saat ditanya siapa pihak yang mengadu domba, Budi Arie enggan mengungkapkannya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menanggapi kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang sudah bertahun-tahun bergulir, tapi tak kunjung usai.

Budi Arie menilai kasus ijazah Jokowi ini tidak substantif dan cenderung dimanfaatkan sebagai panggung bagi pihak tertentu.

Mantan Menteri Koperasi itu mengaku sudah menyampaikan kejengkelannya atas isu ijazah palsu kepada Jokowi.

Namun jawaban Jokowi justru berbanding terbalik dengan reaksi Budi Arie. Jokowi malah memilih membiarkan saja isu ijazah palsu itu bergulir.

"Begini, isu ijazah ini kan menurut saya enggak substantif gitu loh. Saya juga sempat jengkel. Saya sudah ngomong Pak Jokowi, 'Pak, ini gara-gara jasa Bapak begini-begini.'"

"'Udah biar aja (Jawaban  Jokowi).' Karena apa? isu ijazah ini selain tidak substantif juga ternyata juga menjadi panggung. Saya tanya diskusi sama teman-teman media juga kok," kara Budi Arie dalam Program 'ROSI' Kompas TV, Kamis (24/4/2026).

Ada Pihak yang Memanfaatkan Isu Ijazah Jokowi untuk Adu Domba

DUGAAN IJAZAH PALSU - Presiden ke-7 RI Jokowi saat ditemui di kediamannya Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (14/1/2026). Jokowi membuka kemungkinan untuk menghentikan kasus pencemaran nama baik setelah kedua tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menemuinya di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (8/1/2026).
DUGAAN IJAZAH PALSU - Presiden ke-7 RI Jokowi saat ditemui di kediamannya Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (14/1/2026). Jokowi membuka kemungkinan untuk menghentikan kasus pencemaran nama baik setelah kedua tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menemuinya di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (8/1/2026). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Lebih lanjut Budi Arie menyadari, di tengah kasus ijazah Jokowi yang masih bergulir ini, selalu ada yang memanfaatkan situasi untuk membuat kisruh, bahkan mengadu domba.

Saat ditanya siapa pihak yang mengadu domba, Budi Arie enggan mengungkapkannya.

Karena hingga kini Budi juga masih menelusuri lebih lanjut terkait pihak-pihak yang memanfaatkan kasus ijazah jokowi ini.

"Dalam kondisi  yang terjadi itu, selalu ada ada yang berusaha nembak dari atas kuda, bikin kisruh bikin apa gitu loh. Seperti itu."

Baca juga: Jusuf Kalla Tak Mau Tahu soal Kasus Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum: Beliau Lagi Sibuk Urus Masalah Lain

"Itu nantilah (mengungkap pihak yang memanfaatkan dan mengadu domba melalui isu ijazah Jokowi), nanti chapter berikutnya, saya lagi kerja untuk itu," jelas Budi Arie.

Budi Arie menilai penelusuran terkait pihak-pihak yang coba memanfaatkan kasus ijazah Jokowi ini dinilainya penting.

Karena hal serupa terus terjadi berulang kali. Menurut Budi Arie, setiap ada isu yang ramai di tengah masyarakat, selalu ada pihak-pihak yang mencoba melakukan adu domba untuk memecah persatuan nasional Indonesia.

"Penting dong. Karena kenapa kok republik ini kok lagi kondisi begini kok selalu ada pihak-pihak yang adu sana adu sini.”

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved