OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja
Noel Ebenezer Ultimatum Pimpinan KPK: Jangan Bermain-main dengan Saya!
Immanuel Ebenezer alias Noel melontarkan ultimatum keras kepada KPK, dia menuding ada kejanggalan dalam laporan yang dibuatnya ke Dewas KPK.
Ringkasan Berita:
- Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3, Immanuel Ebenezer alias Noel, melontarkan ultimatum keras kepada KPK.
- Ia menuding adanya kejanggalan dalam penanganan laporan di Dewan Pengawas (Dewas) KPK, serta mengancam akan membongkar dugaan praktik tidak etis oleh oknum penyidik.
- Noel menegaskan Dewas KPK harus transparan dalam menerima laporan masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3, Immanuel Ebenezer alias Noel, melontarkan ultimatum keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia menuding adanya kejanggalan dalam penanganan laporan di Dewan Pengawas (Dewas) KPK, serta mengancam akan membongkar dugaan praktik tidak etis oleh oknum penyidik.
“Kemarin kami membuat laporan. Namun, yang ditanyakan justru, ‘Yang dilaporkan yang mana saja? Yang ini jangan, ya, yang itu…’ Lho, kok Dewas begitu? Aneh.” kata Noel di PN Tipikor Jakarta, Senin (27/4/2026) sebelum sidang dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan.
Noel menegaskan Dewas KPK harus transparan dalam menerima laporan masyarakat.
Ia menegaskan akan bongkar penyidik-penyidik KPK yang suka memeras.
"Belum lagi nanti saya bongkar lagi nih pemain-pemain penyidik-penyidik yang suka meras nih ya gitu, yang pakai orang ketiga orang keempat," ucapnya.
Baca juga: Noel Sebut Pimpinan KPK Harus Mundur karena Pindahkan Lokasi Penahanan Gus Yaqut
Noel lalu mengultimatum pimpinan KPK agar tak bermain-main dengannya.
"Nih saya saklek ngomong sampaikan ke pimpinan KPK, jangan bermain-main dengan saya. Kita ini aktivis jalanan, di penjara itu hal biasa untuk kita gitu loh," tegasnya.
Noel Ebenezer Tuding KPK Menjadi Alat Pengusaha untuk Menghabisinya
Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3, Immanuel Ebenezer alias Noel mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi alat pengusaha untuk menghabisinya.
Mulanya mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut mengungkapkan permasalahan di Kemnaker banyak, bahkan hampir di semua kementerian.
Lalu ia menyinggung soal korupsi-korupsi sebagai budaya lama yang dilakukan oleh kementerian.
"Bayangkan, soal praktik penahanan ijazah itu sudah puluhan tahun dibiarkan, nggak ada bahkan surat peraturan terkait itu," kata Noel kepada awak media di PN Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Pemerasan K3, Terdakwa Noel Ebenezer Berharap Ada Kejutan Baru
Lanjutnya, adanya praktik outsourcing di Kemnaker. Kementerian Tenaga Kerja malah menjadi alat negara mempraktikkan hal tersebut.
"Juga soal pemagangan. Pemagangan itu tidak dikontrol sampai akhirnya banyak buruh magang itu dari 1 tahun sampai 9 tahun. Sedangkan yang namanya praktik pemagangan itu hanya boleh 1 tahun, nggak boleh lebih. Tapi sama Kemnaker ya nggak ada (kontrol)," ucap Noel.
Dia mengatakan, saat dirinya menjadi Wamen Ketenagakerjaan banyak dibenci oleh pengusaha.
Hal itu dikarenakan, dirinya mau tahu permasalahan perburuhan itu seperti apa.
Lanjut Noel, pihaknya mengeluarkan surat edaran jangan ada lagi penahan ijazah dan syarat pencari kerja dibatasi oleh umur.
Baca juga: Sultan Kemnaker Ungkap Noel Minta Ducati: Motor Apa yang Cocok untuk Saya?
"Ketiga saya mau bubarkan namanya outsourcing. Keempat melarang yang namanya praktik-praktik pemagangan yang tanpa batas," ucapnya.
Atas hal itu, Noel mengatakan dirinya dihabisi oleh pengusaha.
"Habis saya dihabisi oleh ya kita lihatlah pengusaha-pengusaha langsung resisten terhadap saya. Nah KPK menjadi alat pengusaha untuk menghabisi saya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Noel-di-PN-Tipikor-Jakarta-Pusat-Senin-2742026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.