Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan? Berikut Bacaan Niat dan Keutamaannya
Jelang Idul Adha, umat muslim dianjurkan menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, berikut penjelasan tentang jadwal pelaksanaan, niat, dan keutamaannya.
Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya:
"Saya niat puasa Arafah, Sunah karena Allah Ta’ala".
Baca juga: Menunda Fidyah dan Qadha Puasa, Apakah Berdosa? Ini Jawabannya
Keutamaan Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Dikutip dari kalteng.kemenag.go.id, pelaksanaan puasa tarwiyah dan arafah memiliki keutamaan sebagai berikut:
Puasa tarwiyah yaitu puasa yang dapat menghapuskan dosa selama setahun.
Ketika menjalankan puasa sunah tarwiyah, umat muslim akan diberi keberkahan hidup dan dilipatgandakan amalan serta ibadahnya.
Sedangkan puasa hari arafah dianggap sebagai salah satu ibadah puasa yang dapat menghapuskan dosa selama dua tahun.
Jika umat muslim melaksanakan puasa sunah arafah, maka Allah akan mengapuni dosa tahun lalu, serta dijaga agar tidak melakukan dosa di tahun mendatang.
Keutamaan-keutamaan tersebut tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah Al-Anshar.
Puasa sunnah tarwiyah dianjurkan untuk dilakukan, bagi yang berhaji maupun yang tidak sedang berhaji, bahkan akan lebih baik bila beserta tujuh hari sebelumnya.
Sementara puasa arafah hanya disunahkan bagi yang tidak berhaji.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Masjidil-haram-terkini.jpg)