KSPI Tanggapi Masuknya Jumhur Hidayat di Kabinet Prabowo
KSPI akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah meski ada representasi kalangan buruh di kabinet.
Ringkasan Berita:
- KSPI akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah meski ada representasi kalangan buruh di kabinet.
- KSPI akan mempertahankan strategi lobi guna menjembatani semua kepentingan buruh termasuk dengan bertemu langsung Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal merespons masuknya aktivis buruh Jumhur Hidayat ke kabinet Merah Putih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Said Iqbal menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan komentar apapun terkait hak prerogatif Presiden Prabowo tersebut.
Dia hanya menekankan meski ada representasi kalangan buruh di kabinet, KSPI akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.
"Yang pertama tentang Jumhur Hidayat, kami KSPI tidak ada komentar apapun ya, tapi prinsipnya KSPI tetap menjadi mitra pemerintah yang kritis," kata Said Iqbal saat jumpa pers secara daring, Rabu (29/4/2026).
Dia juga menegaskan, KSPI akan mempertahankan strategi lobi guna menjembatani semua kepentingan buruh termasuk dengan bertemu langsung Prabowo seperti dilakukan Selasa (28/4/2026) kemarin.
"Strategi KSPI adalah menyiapkan konsep melakukan lobi, seperti kemarin kan melakukan lobi dan presiden menerima dengan baik," ujarnya.
Dia menambahkan, upaya yang disusun oleh KSPI akan terus disampaikan kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan buruh.
Baca juga: 50 Ribu Buruh KSPI Bakal Padati Monas saat Perayaan May Day 2026, Said Iqbal: Harus Damai
Selain lobi, KSPI akan melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
"Tidak menutup untuk melakukan aksi sepanjang dibutuhkan, jadi konsep lobi aksi tetap menjadi daya kritis atau daya mitra KSPI terhadap pemerintah," tegasnya.
Dengan begitu, dia menegaskan, KSPI tidak pada posisi memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian terhadap pihak lain, termasuk Jumhur yang masuk ke dalam kabinet.
Sebab kata dia, guna menjaga independensi organisasi dalam memperjuangkan aspirasi buruh.
"Terhadap kawan-kawan lain kami tidak punya komentar ya karena kami tidak punya hak untuk mengomentari," tukas Said.
Baca juga: KSPI dan Partai Buruh Protes UMSK Jabar di Kemenaker, Nilai Dedi Mulyadi Salah Tafsir Aturan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melantik Jumhur Hidayat, mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPTKI) sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Jumhur menggantikan Hanif Faisol, yang dirotasi menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Caption: JUMHUR JADI MENTERI - Presiden KSPI Said Iqbal saat jumpa pers secara daring, Rabu (29/4/2026). Said Iqbal merespons soal pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol yang dirotasi menjadi Wakil Menko Bidang Pangan.
[Rizki Sandi Saputra]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Said-Iqbal-KSPI-OK.jpg)