Kamis, 30 April 2026

Soal Target Prabowo Tuntaskan Sampah 3 Tahun, DPR Ingatkan Ancaman Bom Waktu Lingkungan

Target pemerintah tuntaskan sampah dalam tiga tahun ke depan harus jadi momentum pembenahan total tata kelola lingkungan.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Ringkasan Berita:
  • Target pemerintah menuntaskan persoalan sampah dalam dua hingga tiga tahun ke depan harus jadi momentum pembenahan total tata kelola lingkungan di Indonesia.
  • Persoalan sampah tidak lagi bisa ditangani dengan pola lama yang bersifat parsial dan sporadis.
  • Dibutuhkan langkah sistemik dari hulu hingga hilir, mulai dari edukasi pemilahan sampah rumah tangga hingga pembangunan teknologi pengolahan modern yang ramah lingkungan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI, Elpisina, mendukung instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadikan penanganan sampah sebagai prioritas nasional.

Menurut Elpisina, target pemerintah menuntaskan persoalan sampah dalam dua hingga tiga tahun ke depan harus menjadi momentum pembenahan total tata kelola lingkungan di Indonesia.

Dia menilai persoalan sampah tidak lagi bisa ditangani dengan pola lama yang bersifat parsial dan sporadis.

Dibutuhkan langkah sistemik dari hulu hingga hilir, mulai dari edukasi pemilahan sampah rumah tangga hingga pembangunan teknologi pengolahan modern yang ramah lingkungan.

“Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membenahi tata kelola lingkungan nasional,” ujar Elpisina kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Prabowo Siapkan Bantuan TPST Banyumas: Targetkan RI Bebas Sampah 3 Tahun Lagi

Legislator PKB itu mengingatkan bahwa persoalan sampah kini telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan stabilitas ekosistem jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

“Masalah sampah tidak bisa lagi dianggap sepele. Dampaknya sudah menyangkut kesehatan publik dan keselamatan lingkungan hidup kita,” kata dia.

Elpisina bahkan menyebut buruknya pengelolaan sampah dapat menjadi “bom waktu” bagi keselamatan masyarakat. 

Ia menyinggung sejumlah insiden longsor sampah di berbagai daerah, termasuk di TPA Bantar Gebang, sebagai alarm keras bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kasus longsor sampah yang sampai memakan korban jiwa harus menjadi pelajaran penting. Kalau tata kelola sampah tidak segera dibenahi, ini bisa menjadi ancaman sistemik di masa depan,” kata dia.

Selain berdampak pada lingkungan, Elpisina menilai buruknya pengelolaan sampah juga berpotensi membebani keuangan negara. 

Menurutnya, biaya penanganan bencana dan dampak kesehatan akibat polusi sampah jauh lebih besar dibanding investasi untuk membangun sistem pengelolaan sampah modern.

Karena itu, dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar target penuntasan sampah dalam tiga tahun benar-benar dapat tercapai.

“Kebijakan pusat harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di daerah. Tidak bisa lagi pengelolaan sampah berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi,” ucapnya.

TUMPUKAN SAMPAH - Suasana tempat penampungan TPA Putri Cempo pada Senin (9/2/2026). Warga mengeluhkan bau tak sedap.
TUMPUKAN SAMPAH - Suasana tempat penampungan TPA Putri Cempo pada Senin (9/2/2026). Warga mengeluhkan bau tak sedap. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Elpisina juga mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di berbagai wilayah, sekaligus edukasi masif kepada masyarakat agar pengendalian sampah dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

“Pengendalian sampah harus terintegrasi, bukan sekadar kumpul-angkut-buang. Pemerintah harus hadir lewat kebijakan yang tegas, infrastruktur yang memadai, dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat,” pungkas Elpisina.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah ingin mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional. 

Hal itu diungkapkannya dalam kunjungannya ke Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).

Ia menargetkan Indonesia mampu mengendalikan persoalan sampah secara menyeluruh dalam waktu tiga tahun ke depan.

Prabowo menegaskan bahwa isu lingkungan ini telah masuk ke dalam prioritas agenda nasional. Ia berencana menyalurkan bantuan langsung agar mengoptimalkan teknologi lokal yang telah diterapkan di Banyumas agar bisa diadaptasi secara luas di berbagai daerah.

"Semua kita kembangkan, sampah pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh indonesia ya," ujar Prabowo saat meninjau fasilitas tersebut.

Baca juga: Target Nol Sampah Bantar Gebang 2030, DPRD DKI: Jakarta Harus Siap Kelola Mandiri

Dalam tinjauannya, Prabowo mengaku terkesan dengan efektivitas sistem pengelolaan sampah di Banyumas yang menggunakan teknologi lokal namun memberikan hasil nyata. Ia menilai model ini sangat layak menjadi percontohan bagi provinsi lain, bahkan dunia internasional.

"Ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik, kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten," tuturnya.

Atas dasar keberhasilan tersebut, ia menjanjikan dukungan finansial dari pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur yang ada. Dukungan ini ditujukan agar efisiensi pengolahan sampah dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

"Kita dari pemerintah pusat kita akan mendorong dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan ya perbaiki kembangkan dan bikin lebih efektif," tegas Prabowo.

Selain masalah pengolahan limbah, Prabowomenyoroti inovasi produk turunan sampah berupa genteng yang dihasilkan oleh TPST BLE. Ia berencana mengintegrasikan produk tersebut ke dalam program bantuan perbaikan rumah nasional guna menggantikan penggunaan seng.

"Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat, berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni ya dan pandangannya juga ngga bagus. Ya, kita akan kembalikan Indonesia menjadi indonesia yang bener-bener indah, jadi pariwisata tuh bagus dan kita nyaman tinggalnya ya," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved