Kamis, 30 April 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Massa Gelar Aksi Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus

Massa dari Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia menggelar aksi di depan Istana Presiden memperingati 40 hari teror terhadap Andrie Yunus.

Tayang:
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
AKSI SOLIDARITAS - Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar Aksi Solidaritas untuk Wakil Koordinator Kontra, Andrie Yunus, di depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (30/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Massa dari Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia menggelar aksi di depan Istana Presiden memperingati 40 hari teror terhadap Andrie Yunus .
  • Mereka mendesak Prabowo Subianto mengusut tuntas kasus tersebut.
  • Peserta aksi ini menilai teror sebagai ancaman serius bagi supremasi sipil dan demokrasi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar Aksi Solidaritas untuk  Wakil Koordinator Kontra, Andrie Yunus, di depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (30/4/2026).

Aksi tersebut dibuat untuk peringati 40 hari kasus teror penyiraman air keras terhadap masyarakat sipil, Andrie Yunus.

Koordinator Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI), Agnes Emil, dalam orasinya mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk serius mengusut kasus ini karena menjadi persoalan serius bagi supremasi sipil dan demokrasi.

"Aksi teror ini jelas sangat mengancam prinsip supremasi sipil di negara demokrasi kita ini. Lebih bahayanya lagi, teror ini bisa jadi ancaman terhadap delegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Agnes Emil dalam orasinya.

Agnes juga menyampaikan, bahwa semenjak aksi teror air keras terhadap Andrie Yunus, hingga saat ini, tidak ada keterangan resmi Sjafrie Sjamsoeddin selaku Menteri Pertahanan.

Pasalnya empat terduga pelaku yang tengah menjalani proses hukum adalah oknum dari satuan dari BAIS yang memiliki hirarki erat dibawah Kementerian Pertahanan dalam hal pengkoordinasian strategis.

Anang, orator lain dalam aksi tersebut juga menyuarakan bahwa aksi teror ini telah membuat geram semua pihak termasuk Presiden Prabowo, yang menyebut penyerangan tersebut diduga bertujuan untuk melemahkan pemerintahan Prabowo saat ini.

"Presiden Prabowo tampaknya juga geram dan meminta agar kasus ini di usut sampai dengan aktor yang mendesain hal ini. Anehnya Sjafrie Sjamsoeddin tidak sedikitpun bersuara soal aksi teror ini. Padahal BAIS bagian dari perangkat pertahanan negara," tutur Anang.

Lebih lanjut, Agnes Emil selaku Koordinator SPPI juga mengajak agar masyarakat sipil dan aktivis turut menyuarakan hal ini.

Dia meyakini, bahwa motif dari aksi teror ini bukan hanya sebatas "dendam pribadi".

Menurutnya, teror ini bisa kembali terjadi dan justru lebih membahayakan bagi para aktivis.

"Kami mengajak kawan-kawan semua untuk bersama suarakan hal ini. Teror ini bukan hanya individu Andrie Yunus. Ini ancaman serius bagi supremasi sipil. Bisa jadi, esok lusa kita bisa di Andrie Yunus kan juga," pungkas Agnes Emil.

Adapun sejumlah poin tuntutan yang disampaikan oleh Sentra Pemuda Indonesia atau SPPI kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai berikut:

1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin

2. Mengajak kawan-kawan aktivis bersama-sama suarakan selamatkan demokrasi dan supremasi sipil. 

3. Jika tidak sekarang. Bisa jadi besok kita semua di Andrie Yunus kan!

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved