Jumat, 1 Mei 2026

Hari Buruh

Peringati May Day, KSPSI Minta Pemerintah Perluas Jaminan Sosial dan Ratifikasi 2 Perjanjian Global

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai menyuarakan 10 tuntutan dalam aksi May Day 2026. 

Tayang:
Tribunnews.com/Foto tangkapan layar
MAY DAY 2026 - Peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, 1 Mei 2026, dihadiri Presiden Prabowo. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai menyuarakan 10 tuntutan dalam aksi May Day 2026.  /Youtube: Sekretariat Presiden 

Ketujuh, dalam aspek perlindungan global, KSPSI mendesak pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 yakni standar internasional yang dirancang untuk memastikan awal kapal perikanan mendapat perlindungan.

Kedelapan, KSPSI menekankan pentingnya peran negara dalam mendukung kesejahteraan keluarga pekerja, termasuk melalui penyediaan layanan penitipan anak yang terjangkau dan berkualitas.

“Negara wajib hadir tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga keluarganya. Fasilitas daycare menjadi kebutuhan penting bagi pekerja saat ini,” ujar Arnod.

MAY DAY 2026 - Konferensi pers kelompok buruh terkait peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026) dan twibbon Hari Buruh 1 Mei 2026
MAY DAY 2026 - Konferensi pers kelompok buruh terkait peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026) dan twibbon Hari Buruh 1 Mei 2026 (HO/IST/Tribunnews.com/Fersianus Waku/Tangkap Layar Twibbonize)

Kesembilan, KSPSI juga mendorong ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 yakni perjanjian internasional yang menetapkan hak setiap orang atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan.

Sedangkan yang terakhir, KSPSI meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam merespons semua tuntutan tersebut. 

Ia meminta pemerintah menjadikan momentum peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional sebagai pijakan memperbaiki keberpihakan kepada kaum buruh.

“May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan negara benar-benar hadir dan berpihak pada pekerja melalui kebijakan yang nyata,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved