Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerja Sama Pertahanan RI-Jepang, Fokus Industri dan Alutsista
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tandatangani kerja sama pertahanan strategis Defense Cooperation Arrangement dengan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro.
Ringkasan Berita:
- Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin resmi menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan strategis Defense Cooperation Arrangement (DCA) dengan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro, Senin (4/5/2026).
- Penandatanganan dokumen penting ini dilakukan dalam rangkaian pertemuan bilateral Indonesia-Japan Defense Ministers' Meeting (DMM) 2026.
- Menhan Sjafrie menegaskan penandatanganan DCA ini merupakan instrumen krusial dalam memperkuat kerangka kerja sama kegiatan pertahanan antara kedua negara di masa depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin resmi menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan strategis Defense Cooperation Arrangement (DCA) dengan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro, Senin (4/5/2026).
Penandatanganan dokumen penting ini dilakukan dalam rangkaian pertemuan bilateral Indonesia-Japan Defense Ministers' Meeting (DMM) 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Menhan Sjafrie menegaskan penandatanganan DCA ini merupakan instrumen krusial dalam memperkuat kerangka kerja sama kegiatan pertahanan antara kedua negara di masa depan.
Dalam pernyataannya, Sjafrie memberikan penekanan seluruh kesepakatan ini dibangun di atas fondasi rasa saling menghormati dan keuntungan bersama.
"Pertemuan ini menunjukkan bahwa kami melakukan hal ini berdasarkan mutual respect, mutual benefit, dan mutual advantage antara Indonesia dan Jepang, khususnya di Kementerian Pertahanan kedua negara," ujar Sjafrie.
Baca juga: Presiden Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan Lintas Matra di Universitas Pertahanan
Sjafrie menggarisbawahi meski kerja sama ini dipererat, kedua belah pihak tetap berkomitmen penuh untuk menghormati kepentingan nasional serta konstitusi yang berlaku di negara masing-masing.
Lebih lanjut, Sjafrie memaparkan poin-poin substantif yang menjadi inti dari kesepakatan tersebut.
Menurutnya, Indonesia dan Jepang telah sepakat untuk memacu kolaborasi di bidang industri pertahanan serta pengembangan kualitas sumber daya manusia militer.
"Kami sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bidang industri pertahanan dan juga di bidang pembangunan pengawakan dari personel-personel antara kedua negara," jelas purnawirawan jenderal TNI itu.
Baca juga: Membaca Makna di Balik Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Purnawirawan TNI
Selain sektor industri, kerja sama ini mencakup pertukaran pandangan secara konstruktif mengenai pembangunan pertahanan, misi kemanusiaan, hingga kolaborasi dalam penanggulangan bencana alam.
Menhan Sjafrie juga menekankan pentingnya kedua negara untuk melakukan pertukaran informasi strategis terkait perkembangan situasi global terkini guna menjaga stabilitas nasional.
Senada dengan hal itu, dokumen DCA ini juga mencakup langkah kolaborasi konkret pada penguatan keamanan maritim, intensitas latihan militer bersama, serta kerja sama di bidang alat utama sistem senjata (alutsista) dan riset teknologi pertahanan.
"Hari ini kami bertemu secara resmi untuk menandatangani Defense Cooperation Arrangement sebagai salah satu instrumen memperkuat kerangka kerja sama bidang pertahanan antara kedua negara," pungkas Sjafrie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/naskah-kerja-sama-Defense-Cooperation-Arrangement-DCA.jpg)