Pendidikan Nasional 2026, PKP Dorong Pembentukan Manusia Berkarakter dan Berdaya Saing Global
Isfan menyoroti bahwa kekayaan alam hanya akan memberikan dampak optimal jika dikelola oleh SDM yang memiliki etika dan kesadaran sosial yang kuat
Ringkasan Berita:
- Pendidikan adalah instrumen utama untuk membentuk manusia yang cerdas, sehat, berkarakter, produktif, serta memiliki daya saing global
- Isfan menyoroti bahwa kekayaan alam hanya akan memberikan dampak optimal jika dikelola oleh SDM yang memiliki etika dan kesadaran sosial yang kuat
- PKP percaya bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari pembangunan manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas utama negara, bukan sekadar program sektoral
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Isfan Fajar Satrio, menegaskan orientasi pendidikan nasional harus bertransformasi dari sekadar urusan administratif sekolah dan ijazah menjadi strategi besar pembangunan bangsa.
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, Isfan menyatakan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk membentuk manusia yang cerdas, sehat, berkarakter, produktif, serta memiliki daya saing global.
Menurutnya, kualitas manusia merupakan penentu utama masa depan Indonesia.
“Indonesia tidak akan menjadi negara maju hanya karena memiliki sumber daya alam, tetapi karena memiliki manusia yang unggul, berintegritas, dan berkarakter kebangsaan,” ujar Isfan melalui keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
PKP memandang pendidikan sebagai investasi strategis yang melampaui program sektoral.
Isfan menyoroti bahwa kekayaan alam hanya akan memberikan dampak optimal jika dikelola oleh SDM yang memiliki etika dan kesadaran sosial yang kuat.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis terhadap tantangan pendidikan saat ini.
Baca juga: Revitalisasi 809 Sekolah di NTT Dimulai, Mendikdasmen: Dorong Kualitas Pendidikan di Wilayah 3T
Menurut evaluasi PKP, masih terdapat kesenjangan akses dan mutu pendidikan yang cukup lebar, terutama ketimpangan fasilitas antardaerah serta lemahnya keterhubungan (link and match) antara dunia pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Selain kualitas, pemerataan pendidikan ditekankan sebagai kunci persatuan. Isfan mendorong agar setiap anak Indonesia, baik yang berada di pusat kota maupun di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara.
“Pendidikan yang adil dan berkualitas adalah jalan menuju persatuan. Ketika akses pendidikan timpang, maka masa depan bangsa juga ikut timpang,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PKP mengusulkan beberapa agenda utama, di antaranya pemerataan akses dan mutu pendidikan di seluruh wilayah.
Kemudian, penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik seperti halnya guru dan dosen. Selanjutnya, pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
PKP percaya bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari pembangunan manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas utama negara, bukan sekadar program sektoral.
“Jika manusia Indonesia kuat, maka bangsa ini akan berdiri lebih kokoh, lebih adil, dan lebih bermartabat,” tandas Isfan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pelajar-sma-123.jpg)