Kepala Bappisus Ingatkan Elite dan Pengamat Jaga Kondusivitas Pembangunan
Aris meminta seluruh elite bangsa dan pengamat untuk menjaga kondusivitas di tengah upaya pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi.
Ringkasan Berita:
- Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, meminta seluruh elit bangsa dan pengamat menjaga kondusivitas nasional di tengah upaya pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi.
- Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri evaluasi program bersama Presiden di Istana, Jakarta.
- Aris menekankan pentingnya kekompakan nasional mengingat dunia sedang dibayangi ketegangan geopolitik. Ia berharap pembangunan tidak diganggu oleh hal-hal yang tidak substansial.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, meminta seluruh elite bangsa dan pengamat untuk menjaga kondusivitas di tengah upaya pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi.
Bappisus adalah lembaga pemerintah yang berfungsi sebagai pengawas sekaligus pengendali jalannya program pembangunan nasional, dengan mandat khusus untuk melakukan investigasi terhadap potensi hambatan, penyimpangan, atau ancaman yang dapat mengganggu stabilitas pembangunan.
Hal itu disampaikan Aris usai menghadiri pertemuan evaluasi program bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).
Aris mengingatkan pentingnya kekompakan nasional mengingat situasi dunia yang sedang dibayangi ketegangan geopolitik. Ia berharap agar proses pembangunan tidak diganggu oleh persoalan yang tidak substansial.
"Bangsa kita sedang sibuk membangun dengan situasi perang dunia saat ini. Alhamdulillah ya semuanya ekonomi dalam keadaan baik ya. Jangan direcok-recoki dengan hal-hal yang remeh temeh yang sepele ya. Gitu, marilah kita sama-sama kompak lah apalagi elitnya ya," ujar Aris.
Aris Marsudiyanto sendiri berlatar belakang militer sebagai lulusan Akademi Militer 1992 dan mantan prajurit Kopassus. Ia kemudian aktif di politik melalui Partai Gerindra serta dikenal sebagai pendukung dekat Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun meminta agar tidak ada gangguan, Aris menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap masukan dari masyarakat, khususnya kalangan akademisi.
Menurutnya, Presiden selalu menyediakan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memberikan kritik, asalkan disampaikan melalui koridor yang tepat dan etis.
"Saya mengharap ya kepada seluruh elit bangsa saat ini ya apalagi para akademisi ya, itu para pengamat ya, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, ya berdemokrasi, berdiskusi ya. Silakan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik ya," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar publik mampu membedakan mana yang merupakan kritik membangun dan mana yang bersifat provokatif.
"Ada kritik, ada penghinaan, ada provokasi. Nah, kita harus tahu masuk di sektor mana ya," tegas Aris.
Aris juga melaporkan capaian positif ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren penguatan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Dan Alhamdulillah ya, sampai dengan saat ini juga sudah di-announce ya oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita year-on-year 5,61 persen. Ya artinya seluruh program Bapak Presiden ya sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, Alhamdulillah," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aris-kopassus-ks.jpg)