Berita Viral
Viral Utusan Khusus Presiden Minta 'Gratisan' Video Drone Pendaki, Dibalas Harus Bayar Rp10 Juta
Conro membalas DM itu dengan menjelaskan bahwa pembuatan video itu tidak mudah karena penuh risiko dan biaya operasional yang tidak sedikit.
Ringkasan Berita:
- UKP Pariwisata mengirim DM kepada pendaki sekaligus konten kreator bernama Canro Simarmata untuk meminta secara 'gratisan' video drone yang menampilkan keindahan jalur Torean, Gunung Rinjani.
- Permintaan video tersebut ditolak oleh Canro karena UKP Pariwisata memintanya izin penggunaan konten itu secara gratis.
- Conro mengatakan jika UKP Pariwisata ingin menggunakan video karya miliknya untuk publikasi, dia memasang rate card seharga Rp10 juta per video.
TRIBUNNEWS.COM - Tim Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata yang dipimpin oleh Zita Anjani menjadi sorotan publik karena mengirim Direct Message (DM) Instagram kepada seorang pendaki sekaligus konten kreator bernama Canro Simarmata untuk meminta secara 'gratisan' video drone yang menampilkan keindahan jalur Torean, Gunung Rinjani.
Kejadian ini menjadi viral karena hal tersebut dilakukan oleh instansi pemerintah, di mana seharusnya bisa lebih menghargai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan tidak meminta konten secara gratisan.
UKP itu sebelumnya meminta izin menggunakan cuplikan video itu untuk digunakan sebagai bahan publikasi pariwisata di akun resmi mereka, @ukp_pariwisata.
Saat menanggapi pesan dari UKP Pariwisata itu, Conro menghargai tujuan baik mereka untuk mempublikasikan informasi dan potensi wisata kepada masyarakat luas, bahkan mengaku sangat senang jika videonya itu bisa menjadi perantara penyebaran promosi wisata.
Namun, permintaan video tersebut ditolak oleh Canro karena UKP Pariwisata memintanya izin penggunaan konten itu secara gratis.
Melalui story Instagram @conro.simarmata, Conro pun membagikan balasan pesannya kepada UKP Pariwisata tersebut.
Awalnya, Conro membalas DM itu dengan menjelaskan bahwa pembuatan video itu tidak mudah karena penuh risiko dan biaya operasional yang tidak sedikit, termasuk biaya izin menerbangkan drone yang mahal.
Setelah itu, Conro mengatakan jika UKP Pariwisata ingin menggunakan video karya miliknya untuk publikasi, dia memasang rate card seharga Rp10 juta per video.
Nilai tersebut, kata Conro, menyesuaikan dengan keseluruhan proses produksi di lapangan yang biaya operasionalnya tidak murah.
Saat pendakian itu, Conro menjelaskan bahwa dirinya perlu mengurus izin penerbangan drone yang memerlukan biaya sekitar Rp2 juta per hari.
Tindakan Conro ini pun mendapatkan banyak dukungan dari warganet dan konten kreator lainnya.
Baca juga: Gunung Rinjani Baru 4 Hari Dibuka, Pendaki Asal Belgia Terpaksa Digendong Porter ke Shelter Darurat
Dalam story Instagram Conro yang lain, konten kreator tersebut juga menuliskan bahwa setiap footage yang dihasilkannya di gunung itu bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan.
"Saya mendaki dengan membawa beban perlengkapan yang tidak ringan, termasuk DJI Mavic 4 Pro yang tentu sudah dapat dibayangkan sendiri bagaimana effort membawanya hingga ke ketinggian," tulisnya, dikutip Tribunnews pada Rabu (6/5/2026).
Saat tiba di lokasi pun, Conro mengatakan prosesnya tidak berhenti di situ karena untuk menerbangkan drone harus melalui berbagai prosedur perizinan yang cukup panjang dan tidak sederhana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Viral-Utusan-Khusus-Presiden-Minta-Gratisan-Video-Pendaki-Rinjani.jpg)