Selasa, 12 Mei 2026

Amien Rais dan Kontroversinya

Jurnalis Senior Kritik Komdigi usai Hapus Video Amien Rais: Padahal Menteri & Wamennya Eks Wartawan

Lukas merasa heran dengan Menteri Komdigi dan wamennya karena seolah mereka lupa atas apa yang sudah mereka rasakan ketika dulu menjadi wartawan.

Tayang:
Penulis: Rifqah

Ringkasan Berita:
  • Menurut Lukas, langkah itu menjadi ironis karena Menteri Komdigi sendiri yakni Meutya Hafid dan Wamennya Nezar Patria dulunya adalah seorang wartawan yang pernah merasakan era orde baru, di mana kebebasan berpendapat dan pers itu dibatasi secara ketat.
  • Lukas pun merasa heran dengan Menteri Komdigi dan wamennya itu karena seolah mereka menjadi lupa atas apa yang sudah mereka rasakan.
  • Lukas juga menyinggung langkah yang dilakukan Komdigi itu menggambarkan pemerintahan otoriter.

 

TRIBUNNEWS.COM - Jurnalis senior, Lukas Luwarso, mengkritik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang takedown video Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais tentang Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Video Amien Rais itu berjudul 'Jauhkan Istana dari Skandal Moral' yang di dalamnya berisi tudingan hubungan tidak lazim antara Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.

Amien Rais menyampaikan bahwa Teddy Indra Wijaya yang menjabat sebagai Seskab tersebut kerap bertindak melampaui jabatannya.

Maka dari itu, Komdigi memutuskan untuk menurunkan atau takedown video tersebut karena mereka menilai video Amien Rais tersebut merupakan ujaran kebencian dan fitnah. 

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan informasi yang tidak berbasis fakta tidak bisa dianggap sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Namun, menurut Lukas, langkah itu menjadi ironis karena Menteri Komdigi sendiri yakni Meutya Hafid dan Wamennya Nezar Patria dulunya adalah seorang wartawan yang pernah merasakan era orde baru, di mana kebebasan berpendapat dan pers itu dibatasi secara ketat.

"Ironi terbesar dari Komdigi ini adalah pejabatnya, menterinya dan wakil menterinya itu adalah mantan wartawan semua, jadi ironi ya," katanya, dikutip dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Senin (11/5/2026).

"Menteri Meutya Hafid kan dulu di TV, Sementara wakilnya Nezar Patria itu kan pernah di Tempo pernah di Jakarta Post. Pernah jadi salah satu Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen)," tambahnya.

Lukas pun merasa heran dengan Menteri Komdigi dan wamennya itu karena seolah mereka menjadi lupa atas apa yang sudah mereka rasakan.

"Memang ironisnya begini, loh kok menjadi amnesia ini dua figur ini. Dulu kan mereka juga merasakan bagaimana situasi ketertutupan situasi sensor di era Orde Baru." 

"Kalau mereka masih menjaga nalar sehatnya, masih cukup smart memahami dinamika dunia komunikasi dan informasi, mereka minimal tidak berbicara soal ini (video Amien Rais), cuek aja, biar ini menjadi isu yang terus terus berkembang tapi enggak usah dipersoalkan secara hukum," jelas Lukas.

Baca juga: Komdigi Takedown Video Amien Rais Tentang Seskab Teddy, Lukas Luwarso Singgung Pemerintahan Otoriter

Singgung Pemerintahan Otoriter

Selain itu, Lukas menyinggung bahwa langkah yang dilakukan Komdigi itu juga menggambarkan pemerintahan otoriter yang masyarakatnya menganut sistem demokrasi ini.

"Saya rasa itu apa yang dilakukan Komdigi itu sudah masuk wilayah pemerintahan yang menggunakan cara-cara otoriter, cara-cara sensor," katanya.

"Kalau kita belajar dari sejarah sensor di zaman Orde Baru dan sampai sekarang di negara-negara otoriter, itu hanya efektif kalau memang sistemnya betul-betul tertutup, sistemnya totaliter, ketika sudah disensor, tidak ada alternatif lain, informasi lain," tambahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved