Wabah Hantavirus
Berbeda dengan Covid-19, Hantavirus di Indonesia Bukan Human to Human, Epidemiolog: Tak Perlu Panik
Masdalina menjelaskan hantavirus ini memiliki 300 varian dan yang ada di Indonesia berbeda dengan hantavirus di Amerika.
Ringkasan Berita:
- Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus di ibu kota sepanjang tahun 2026, dengan tiga pasien telah dinyatakan sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.
- Masdalina menjelaskan hantavirus ini memiliki 300 varian dan yang ada di Indonesia berbeda dengan hantavirus di Amerika. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak khawatir.
- Masdalina juga mengatakan bahwa hantavirus ini berbeda dengan Covid-19 yang mewabah di Indonesia beberapa tahun lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Epidemiolog, Masdalina Pane, mengatakan bahwa hantavirus yang ada di Indonesia sekarang ini berbeda dengan Covid-19 karena penularannya tidak dari manusia ke manusia.
Hantavirus ini sebelumnya terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina dan menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal.
Negara-negara di dunia pun berupaya mencegah penyebaran hantavirus tersebut, termasuk Indonesia.
Atas hal ini, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pihaknya siap mengantisipasi penyebaran hantavirus varian Andes itu.
Sejauh ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah mencatat empat kasus Hantavirus di ibu kota sepanjang tahun 2026, dengan tiga pasien telah dinyatakan sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.
Adapun, hantavirus ini disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus dan celurut.
Virus ini bisa menular melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi dan dapat menyebabkan penyakit serius seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pada manusia, yakni penyakit pernapasan langka namun sangat serius, bahkan mematikan. Gejala awal penyakit hantavirus tersebut mirip dengan flu.
Masdalina pun menjelaskan bahwa hantavirus ini memiliki setidaknya 300 varian dan yang ada di Indonesia berbeda dengan hantavirus di Amerika.
Oleh karena itu, Masdalina mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan adanya wabah hantavirus ini.
"Yang ada di Indonesia berbeda dengan yang sekarang bersirkulasi di Amerika, baik utara selatan, maupun Amerika Tengah, yang di Indonesia ini masih zoonotik, penularannya dari hewan ke manusia," jelasnya, Selasa (12/5/2026), dikutip dari YouTube CNN Indonesia.
"Kalau yang di Amerika itu human to human, khusus untuk Andes. Apakah kita harus khawatir? Tentu tidak. Bahkan ketika Covid pun kita selalu menyatakan bahwa kita harus waspada," imbuh Masdalina.
Baca juga: Kondisi WNA di Jakarta usai Teridentifikasi Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus MV Hondius
Masdalina juga mengatakan bahwa hantavirus ini berbeda dengan Covid-19 yang mewabah di Indonesia beberapa tahun lalu.
"Apakah ini akan menjadi Covid? Kalau untuk varian yang ada di Indonesia karena tidak human to human, agak jauh kemungkinannya untuk menjadi seperti Covid."
"Berbeda dengan Covid-19 dan influenza yang virusnya itu tidak stabil sehingga gampang sekali berubah strain (mutasi), hantavirus relatif lebih stabil. Jadi perubahan strainnya tidak secepat apa yang terjadi pada Covid dan influenza," paparnya.