Rabu, 13 Mei 2026

Pimpinan DPR Ingatkan MPR: Angkat Juri Cerdas Cermat yang Benar 

Sebagai bagian dari anggota MPR RI, Cucun mengaku tidak bisa membiarkan insiden yang merugikan mental peserta didik tersebut. 

Tayang:
Tribunnews.com/Fersianus Waku
CERDAS CERMAT MPR  - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan Kesekjenan MPR RI untuk memilih dewan juri yang benar dan kompeten.
  • Hal ini disampaikan merespons polemik penilaian yang janggal dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
  • Sebagai bagian dari anggota MPR RI, Cucun mengaku tidak bisa membiarkan insiden yang merugikan mental peserta didik tersebut. 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan Kesekjenan MPR RI untuk memilih dewan juri yang benar dan kompeten.

Hal ini disampaikan merespons polemik penilaian yang janggal dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), di mana ada dua sekolah yang memberikan jawaban sama persis, namun mendapatkan nilai yang berbeda.

Baca juga: SMAN 1 Sambas Juara 1 Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ini Kata Kepala Sekolah

"Ya saya sikapi itu, itu jangan sampai terjadi ya. Evaluasi di Kesekjenan MPR ngangkat juri ya masa jawaban sama nilainya beda," kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Sebagai bagian dari anggota MPR RI, Cucun mengaku tidak bisa membiarkan insiden yang merugikan mental peserta didik tersebut. 

Ia memastikan pihaknya telah melayangkan protes resmi terkait kualitas penjurian acara tersebut.

"Ya pokoknya kita dari anggota MPR ini sampaikan protes juga kepada Kesekjenan MPR ngangkat juri yang benar," ucap Cucun.

Diketahui, polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalbar.

Setelah melalui berbagai tahapan, tiga sekolah berhasil lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau (Regu A).

Persoalan krusial muncul saat sesi rebutan. Juri membacakan pertanyaan: DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?

Baca juga: Kronologi Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Sekda Kalbar Angkat Suara

Peserta dari Regu C (SMAN 1 Pontianak) menekan bel pertama kali dan menjawab dengan lugas.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar salah seorang siswi dari Regu C.

Bukannya mendapat poin, dewan juri justru menyalahkan jawaban tersebut dan memberikan sanksi pengurangan nilai sebesar lima poin kepada Regu C.

Pertanyaan kemudian dilempar ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Menariknya, Regu B memberikan jawaban yang sama persis dengan kalimat yang dilontarkan Regu C.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta Regu B.

Seketika, juri membenarkan jawaban Regu B. "Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh," ucap juri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved