BNPB Ingatkan Warga Waspadai Longsor, Banjir dan Cuaca Ekstrem Saat Musim Peralihan
BNPB mencatat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah daerah pada akhir pekan.
“Akibat kejadian ini, sebanyak 80 KK terdampak. Selain itu, satu fasilitas pendidikan, lahan persawahan seluas kurang lebih 51 hektare, serta satu akses jalan turut mengalami dampak akibat longsoran,” katanya.
Beralih ke wilayah lain di Pulau Sulawesi, banjir melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada Jumat (15/5) pukul 01.05 WITA. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga merendam kawasan permukiman warga dan area persawahan.
Dampak banjir tersebut mengakibatkan 1.260 KK atau 3.790 jiwa terdampak. Wilayah terdampak tersebar di 4 kelurahan dan 1 desa di 2 kecamatan, yakni; Desa Tana Toro di Kecamatan Pitu Riase, serta Kelurahan Toddang Pulu, Arateng, Baula, dan Amparita di Kecamatan Tellu Limpoe.
“BPBD Kabupaten Sidrap melaporkan banjir turut merendam 1.260 unit rumah termasuk 2 fasilitas pendidikan terdampak, 1 unit tanggul mengalami jebol, lahan persawahan sekitar 17 hektare terdampak, 1 akses jalan dan 1 kantor pemerintahan turut terdampak banjir,” katanya.
Ia mengatakan memasuki periode peralihan musim, terjadi peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah yang berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor.
“Kondisi tanah yang jenuh air di daerah lereng dan perbukitan, ditambah dengan sistem drainase yang kurang optimal, menjadi faktor yang memperbesar risiko terjadinya bencana tersebut,” tuturnya.
BNPB kata dia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG dan BNPB. Selain itu juga menjaga kebersihan saluran air, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, suara gemuruh dari arah lereng, atau kenaikan muka air sungai secara cepat.
“Pemerintah daerah juga didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, menyiapkan jalur evakuasi dan logistik darurat, serta meningkatkan sosialisasi terkait mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjir-di-sidrap-11.jpg)