Minggu, 17 Mei 2026

Cerdas Cermat 4 Pilar MPR

MPR Sebut Polemik LCC 4 Pilar Hanya Salah Paham, Tak Ada Tuduhan Curang, SMAN 1 Sambas juga Bantah

Meski final LCC Empat Pilar di Kalbar direncanakan diulang, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak akan mengikutinya, SMAN 1 Sambas juga menolak.

Tayang:

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Keputusan itu imbas polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalbar, yang videonya sempat viral di media sosial.

Polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

Setelah melalui berbagai tahapan, tiga sekolah berhasil lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau (Regu A).

Kemudian, LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar disorot karena peserta Grup C asal SMAN 1 Pontianak merasa dirugikan akibat keputusan dewan juri saat perlombaan berlangsung.

Namun, meski final LCC Empat Pilar di Kalbar direncanakan diulang, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak akan mengikutinya.

Sementara itu, Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto menegaskan, tidak ada tuduhan kecurangan dalam final LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar.

Bahkan, menurutnya, kontroversi yang terjadi dalam lomba cerdas cermat itu hanyalah kesalahpahaman.

"Saya kira tidak ada tuduhan curang dari dan bagi pihak manapun. Yang terjadi hanya kesalahpahaman, dan mereka ingin meluruskan dan memastikan itu lewat protes tadi," kata Abraham kepada Kompas.com, Minggu (17/5/2026).

Abraham menyebut MPR justru menyayangkan juri dan MC yang tidak memberi waktu untuk mencari kebenaran ketika pihak SMAN 1 Pontianak melayangkan protes.

Mengingat, ketika SMAN 1 Pontianak memrotes keputusan juri, MC dan juri kompak menekankan kewenangan mereka sebagai pemberi nilai.

Baca juga: SMAN 1 Sambas Minta Nama Baik Dipulihkan Buntut Polemik LCC 4 Pilar, Yakin Berlomba Sesuai Aturan

"Sayangnya juri dan pembawa acara tidak memberikan ruang dan waktu yang banyak untuk mencari kebenaran tersebut."

"Tapi lebih menekankan pada hak dan kewenangan dewan juri dalam menentukan nilainya," ungkap Abraham.

"Inilah akar permasalahan sehingga terjadi polemik yang panjang dan viral, dan sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan sosialisasi Empat Pilar tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Abraham Liyanto juga menanggapi keputusan SMAN 1 Pontianak.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved