Selasa, 19 Mei 2026

Purbaya Bicara Soal Sentimen Pasar Terkait Pelemahan Rupiah: Kondisi Sekarang Beda dengan 1998

Purbaya Yudhi Sadewa menilai ada kekhawatiran dari para pelaku pasar saat ini, Indonesia akan bergerak menuju kondisi ekonomi 1998.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
NILAI TUKAR RUPIAH - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut ada kekhawatiran dari para pelaku pasar saat ini, Indonesia akan bergerak menuju kondisi ekonomi 1998. 
Ringkasan Berita:
  • Kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan periode 1997-1998
  • Ekonomi saat ini masih terdapat ruang untuk memperbaiki pelemahan terhadap rupiah yang terjadi sekarang ini
  • Koreksi saham yang terjadi bisa menjadi momentum untuk membeli saham yang nilainya turun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai ada kekhawatiran dari para pelaku pasar saat ini, Indonesia akan bergerak menuju kondisi ekonomi 1998.

Hal itu disampaikan Purbaya saat ditanya mengenai sentimen pasar terhadap turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.400.

“Ini banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti tahun 1997-1998 lagi,” kata Purbaya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Padahal, kata Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan periode 1997-1998.

Pada 1998, kata dia, terdapat kesalahan kebijakan ekonomi yang diterapkan.

Baca juga: IHSG Rawan Merosot Lagi Imbas Anjloknya Nilai Tukar Rupiah

Selain itu, menurutnya, terdapat instabilitas politik setahun setelah resesi.

“1997 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi ekonomi masih tumbuh kencang,” katanya.

Karena itu, kata Purbaya, masih terdapat ruang untuk memperbaiki pelemahan terhadap rupiah yang terjadi sekarang ini.

Purbaya mengatakan koreksi saham yang terjadi bisa menjadi momentum untuk membeli saham yang nilainya turun.

“Teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang, enggak usah takut serok bawah sekarang,” ujarnya.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga BBM Nonsubsidi di Indonesia Sulit Terhindar dari Kenaikan?  

“Kalau saya lihat teknikalnya sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham kira-kira gitu,” ucapnya.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan.

Dikutip dari Bloomberg, nilai tukar berada di level Rp17.658 atau melemah 61 poin pada Senin (18/5/2026) per pukul 09.20 WIB.

Di sisi lain, dengan penguatan dolar AS terhadap Rupiah maka menjadikan nilai tukar mata uang Indonesia menjadi yang terparah sepanjang masa.

Sebelumnya, pada Jumat (15/5/2026) sore, nilai tukar rupiah bertengger di Rp17.596 per dolar AS atau melemah 68 poin (0,39 persen).

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved