Selasa, 19 Mei 2026

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun Optimistis Pasar Modal Indonesia Tetap Punya Prospek Kuat

Misbakhun menegaska pasar modal yang kuat harus dibangun melalui transparansi, tata kelola yang baik, dan kepercayaan investor.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
HO/IST
IHSG - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan, pasar modal yang kuat harus dibangun melalui transparansi, tata kelola yang baik, dan kepercayaan investor terhadap integritas sistem perdagangan. 

Ringkasan Berita:
  • Tekanan di pasar saham akibat keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek yang harus disikapi secara proporsional
  • Tekanan terhadap IHSG dalam beberapa pekan terakhir lebih dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio jangka pendek dibandingkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.
  • Misbakhun menilai evaluasi MSCI perlu dijadikan bahan introspeksi bersama oleh regulator, Bursa Efek Indonesia, dan para emiten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan, pasar modal yang kuat harus dibangun melalui transparansi, tata kelola yang baik, dan kepercayaan investor terhadap integritas sistem perdagangan. 

Sebab itu, keputusan rebalancing indeks oleh MSCI dinilai perlu dijadikan momentum pembenahan fundamental pasar modal Indonesia agar semakin sehat dan kredibel di mata investor global.

MSCI (Morgan Stanley Capital International) adalah perusahaan global yang menyediakan indeks pasar saham, data, dan alat analisis untuk mendukung keputusan investasi. 

Indeks MSCI sering dijadikan acuan oleh investor internasional, termasuk untuk menilai pasar Indonesia, sehingga perubahan komposisi indeksnya bisa berdampak besar pada arus modal asing.

“Pasar modal yang kuat tidak dibangun hanya dari euforia kenaikan indeks, tetapi dari kredibilitas sistem, kualitas tata kelola, dan kepercayaan investor terhadap integritas pasar,” kata Misbakhun kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Baca juga: IHSG Kembali Merosot, Menkeu Purbaya: Jangan Panik, Cuma Sentimen Jangka Pendek

Misbakhun menilai, tekanan di pasar saham akibat keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek yang harus disikapi secara proporsional. 

Dia meminta investor dan pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap kondisi tersebut.

Menurutnya, tekanan terhadap IHSG dalam beberapa pekan terakhir lebih dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio jangka pendek dibandingkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Karena itu, ia mendorong penguatan basis investor domestik, peningkatan kualitas emiten, serta pendalaman pasar keuangan agar ketahanan pasar modal Indonesia tidak terlalu bergantung pada arus modal asing jangka pendek.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Hari Ini: Rupiah Ambrol Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen

“Investor harus melihat ini dalam perspektif jangka panjang. Pasar kita tetap memiliki prospek yang baik selama reformasi struktural dan penguatan integritas pasar dijalankan secara konsisten,” ucapnya.

Misbakhun juga menegaskan, posisi Indonesia sebagai emerging market harus dijaga melalui perbaikan kualitas pasar yang berkelanjutan. 

Menurutnya, kepercayaan investor global dibangun melalui kepastian regulasi, transparansi, dan kredibilitas sistem perdagangan.

Misbakhun optimistis pasar modal Indonesia tetap memiliki prospek kuat dengan ditopang fondasi ekonomi nasional yang solid serta pertumbuhan investor domestik yang terus meningkat.

“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan kualitas pasar kita tumbuh setara dengan potensi ekonomi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Misbakhun menilai evaluasi MSCI perlu dijadikan bahan introspeksi bersama oleh regulator, Bursa Efek Indonesia, dan para emiten.

Dia menekankan pentingnya penguatan kualitas free float, transparansi kepemilikan saham, likuiditas perdagangan, serta tata kelola emiten agar pasar Indonesia semakin kompetitif dan dipercaya investor global.

“Kalau kita ingin pasar modal kita dipercaya dunia internasional, maka kita harus siap mengikuti standar global,” tandasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved