Jumat, 22 Mei 2026

Gejolak Rupiah

Mahfud MD Bicara soal Prabowo Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar: Jadi Banyak Menimbulkan Olok-olok

Eks Menko Polhukam Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo soal orang desa tak pakai dolar kini menimbulkan olok-olok di tengah masyarakat.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Eks Menko Polhukam Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo soal orang desa tak pakai dolar kini menimbulkan olok-olok di tengah masyarakat.
  • Bahkan Mahfud menemukan beberapa olok-olok kepada Presiden Prabowo yang dinilainya sangat kasar.
  • Mahfud lantas berpendapat, pernyataan Prabowo yang menyebut orang desa tak memakai dolar ini mungkin saja keliru. Karena pada dasarnya Indonesia masih berurusan dengan dolar, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut berkomentar soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa orang desa tidak memakai dolar.

Pernyataan itu diungkap Prabowo untuk menanggapi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kian melemah.

Menanggapi pernyataan Prabowo itu, Mahfud menilai pernyataan sang presiden kini justru menimbulkan olok-olok di tengah masyarakat.

Bahkan Mahfud menemukan beberapa olok-olok kepada Presiden Prabowo yang dinilainya sangat kasar.

"Nah, yang kedua saya galau tadi kenapa menurut saya dari keseluruhan statement Presiden Prabowo selama menjadi presiden ini yang paling banyak menimbulkan olok-olok."

"Yang soal dolar itu. Mulai dari nenek-nenek, kakek-kakek, muda, putra putri ,di sosial media muncul terus gitu, diolok-olok betul presiden kita ini."

"Maaf kasar sekali olok-oloknya itu," kata Mahfud dalam Podcast 'Terus Terang' di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (19/5/2026).

Mahfud lantas berpendapat, pernyataan Prabowo yang menyebut orang desa tak memakai dolar ini mungkin saja keliru.

Karena pada dasarnya Indonesia masih berurusan dengan dolar, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

"Menurut saya memang ya keliru kali ya mengatakan orang desa kan enggak pakai dolar. Kita negara ini pinjam uang setiap hari kan berurusan dengan dolar. Iya kan itu kan akibatnya ke harga-harga seperti tadi, impor pangan kita juga membayarnya dengan dolar dan segala macam."

"Pinjam ke luar negeri juga pakai dolar. Kalau pakai dolar kan di desa-desa, mungkin orang secara langsung, makan dari berasnya sendiri sayurnya sendiri. Tapi masa cuma itu kebutuhan orang, ekonomi kan bukan itu saja menurut saya," jelas Mahfud.

Baca juga: Rakyat Pakai Rupiah, Ekonomi Bergantung Dolar: Mengkritisi Klaim Fondasi Ekonomi Indonesia yang Kuat

Lebih lanjut Mahfud pun merasa Prabowo harus diberi tahu lagi untuk menjaga pernyataannya agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Gimana ya caranya ya. Saya tidak tahu caranya memberi usul ke Pak Prabowo, supaya tidak menimbulkan persepsi negatif Pak ya. Memberitahu ke Pak Prabowo bahwa itu salah pernyataan itu."

"Kesalahan itu bukan hanya ahli ekonomi yang bisa nyatakan salah gitu dan olok-oloknya menjadi enggak enak. Kita sebagai anak bangsa ya, Presiden kita kok dibegitukan oleh orang-orang kita sendiri, yang kadang kala mungkin entah siapa dia."

"Tapi ini menurut saya yang paling banyak menimbulkan olok-olok keras, tapi juga ledekannya yang merendahkan. Kalau keras itu kan okelah gitu tapi ledekannya yang merendahkan, kemudian secara sosial  perasaan itu bisa berdampak negatif ya," ungkap Mahfud.

Baca juga: Siang Ini Dolar Bertengger di Rp 17.701, Harga Energi Makin Mahal, Barang Ekspor Jadi Kompetitif 

Prabowo Singgung Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Dalam Foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026)
Dalam Foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tengah menjadi perhatian publik. 

Prabowo mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk tetap tenang karena meyakini fundamental ekonomi nasional saat ini dalam kondisi yang kuat. 

Di depan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah, Prabowo berkelakar mengenai pergerakan nilai tukar mata uang asing tersebut. 

Ia mengaitkan situasi ekonomi nasional dengan ekspresi dari Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa.

"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kau khawatir itu," seloroh Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Siang Ini, Rupiah Terjun ke Level Rp17.727 per Dolar AS

Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa fluktuasi nilai mata uang global ini sebenarnya tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan. 

Menurutnya, perputaran ekonomi mikro di daerah tidak bergantung penuh pada mata uang asing.

"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar, bener enggak? Yang pusing ya yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo siapa ini?" lanjut Presiden Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa struktur ekonomi Indonesia secara umum tetap tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global. 

Ia meminta semua pihak untuk berfokus pada penguatan kapasitas produksi domestik.

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya mau apa ya, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," tegas Prabowo.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Reza Deni)

Baca berita lainnya terkait Gejolak Rupiah.

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved