HNSI Berharap Pembangunan Fasilitas Nelayan Tepat Sasaran
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia mengapresiasi komitmen Prabowo Subianto membangun fasilitas untuk nelayan.
Ringkasan Berita:
- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia mengapresiasi komitmen Prabowo Subianto membangun fasilitas nelayan seperti pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan, dan docking kapal.
- HNSI menilai fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil tangkapan, dan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
- Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun, termasuk penyediaan SPBU khusus dan infrastruktur pendukung lainnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) berharap, pembangunan berbagai fasilitas pendukung sektor perikanan dan kelautan dapat direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan menyusul komitmen pemerintah membangun fasilitas penunjang nelayan, mulai dari pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan, hingga fasilitas docking kapal yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR-RI ke-19 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Sekretaris Jenderal HNSI, Lydia Assegaf, mengatakan fasilitas yang direncanakan pemerintah merupakan kebutuhan mendasar yang selama ini dirasakan langsung oleh nelayan di berbagai daerah.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), sebuah organisasi nasional yang menjadi wadah perjuangan nelayan di seluruh Indonesia.
Organisasi ini berperan aktif meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperjuangkan hak-hak mereka, serta bekerja sama dengan pemerintah dalam program kelautan dan perikanan.
“Kami mewakili nelayan seluruh Indonesia mengapresiasi komitmen dan keseriusan Presiden Prabowo dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia. Pembangunan pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan hingga tempat docking kapal merupakan kebutuhan penting yang sangat dirasakan nelayan selama ini,” kata Lydia Assegaf.
Menurut HNSI, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas nelayan, menjaga kualitas hasil tangkapan ikan, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional.
Selain pembangunan fasilitas penunjang, HNSI juga menyatakan dukungan terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini berjalan di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut dinilai dapat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kualitas hidup nelayan dan keluarganya secara berkelanjutan.
“HNSI mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ucap Lydia Assegaf.
Dalam agenda tersebut, HNSI turut menghadiri Rapat Paripurna DPR-RI ke-19 sebagai bentuk keterlibatan masyarakat nelayan dalam pembahasan arah pembangunan nasional, khususnya di sektor kelautan dan perikanan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi nelayan di Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar untuk melaut, mulai dari es batu hingga solar.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara kaya dan kekayaan alamnya harus benar-benar dirasakan rakyat, termasuk para nelayan dan petani.
“Setelah saya lihat angka-angka, setelah saya lihat sungguh betapa besarnya kekayaan kita, saya semakin yakin bahwa menjalankan UUD 1945 ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua,” kata Prabowo.
Dia menegaskan, kekayaan alam Indonesia seharusnya dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia secara adil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sekjen-hnsi-Lydia-Assegaf.jpg)