TOEFL iBT 2026 Diperbarui, Uji Bahasa Inggris Kini Lebih Adaptif dan Praktis
TOEFL iBT 2026 menghadirkan jenis tugas baru yang lebih kontekstual dengan kebutuhan akademik dan profesional saat ini.
Ringkasan Berita:
- ETS memperkenalkan pembaruan TOEFL iBT 2026 yang mencakup sistem penilaian, desain tes, dan pendekatan pengukuran kemampuan bahasa Inggris akademik global
- TOEFL iBT kini digunakan di 13.000 institusi di 160 negara dengan fokus empat keterampilan utama
- Pembaruan meliputi tes adaptif, skala nilai 1–6, dan tugas komunikasi yang lebih kontekstual.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Educational Testing Service (ETS) memperkenalkan pembaruan TOEFL iBT 2026 yang membawa perubahan pada sistem penilaian, desain tes, hingga pendekatan pengukuran kemampuan bahasa Inggris akademik yang selama ini menjadi standar global untuk studi, beasiswa, dan mobilitas pendidikan internasional.
TOEFL iBT digunakan lebih dari 13.000 institusi di 160 negara sebagai alat ukur kemampuan bahasa Inggris akademik, mencakup empat keterampilan utama: membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis.
Salah satu pembaruan utama adalah penerapan desain tes yang lebih adaptif yakni tingkat kesulitan soal kini dapat menyesuaikan kemampuan peserta secara dinamis sehingga hasil penilaian menjadi lebih akurat dan mencerminkan kemampuan sebenarnya.
“Artinya, tingkat kesulitan soal dapat menyesuaikan kemampuan peserta secara lebih dinamis, sehingga hasil penilaian diharapkan lebih akurat dan mencerminkan kemampuan sebenarnya,” kata Executive Director Global Partnerships and Sales Management ETS, Sidnei De Souza kepada wartawan saat TOEFL Experience Day di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Acara ini menjadi forum interaktif bagi para tenaga pendidik, konselor pendidikan, institusi, mitra, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memahami perkembangan terbaru TOEFL iBT serta relevansinya terhadap kebutuhan komunikasi akademik global.
Selain sistem yang adaptif, Sidnei mengatakan, TOEFL iBT 2026 menghadirkan jenis tugas baru yang lebih kontekstual dengan kebutuhan akademik dan profesional saat ini.
Peserta tidak hanya menghadapi format akademik tradisional, tetapi juga tugas komunikasi seperti menulis email, merespons instruksi, hingga simulasi wawancara singkat.
"Pembaruan ini dilakukan agar TOEFL tetap relevan dengan cara mahasiswa belajar dan berkomunikasi di era modern," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris kini tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari kemampuan komunikasi dalam situasi nyata di lingkungan pendidikan global.
Baca juga: 75 Soal PSAJ Bahasa Inggris Kelas 6 dan Kunci Jawaban PAT, PAS, UAS, ASAS, ASAT
Perubahan lain yang cukup signifikan adalah penerapan skala penilaian baru 1–6 yang menggantikan sistem skor sebelumnya.
"Skala ini dirancang agar lebih sederhana dipahami oleh institusi pendidikan maupun peserta, sekaligus memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat kemampuan komunikasi akademik," katanya.
Dari sisi penggunaan, Executive Director Indonesian International Education Foundation (IIEF), Diana Kartika menilai sertifikasi bahasa Inggris kini semakin luas fungsinya.
Tidak hanya untuk studi ke luar negeri, tetapi juga untuk beasiswa, pertukaran pelajar, hingga program pendidikan internasional di dalam negeri.
“Pelajar kini mencari tes yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan komunikasi modern,” ujarnya.
Melalui pembaruan ini, ETS dan IIEF berharap TOEFL iBT 2026 dapat menjadi standar yang lebih adaptif terhadap perkembangan pendidikan global, sekaligus membantu pelajar Indonesia bersaing di tingkat internasional dengan kemampuan komunikasi yang lebih aplikatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PEMBARUAN-TOEFL-iBT-2026.jpg)