Rabu, 27 Mei 2026

Sumatera Blackout

Komisi VI DPR RI Berencana Panggil Direksi PLN Buntut Blackout di Sumatera

Herman Khaeron mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya matinya aliran listrik atau blackout di wilayah Sumatera.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
BLACKOUT SUMATERA - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Ia menyatakan, pihaknya akan mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatera. 
Ringkasan Berita:
  • DPR berencana panggil direksi PLN  evaluasi penyebab gangguan kelistrikan di Sumatera
  • Blackout di Sumatera harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional
  • Gangguan di satu titik diharapkan tidak menyebabkan pemadaman secara meluas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan, pihaknya akan mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya matinya aliran listrik atau blackout di wilayah Sumatera.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penyebab gangguan serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Oleh karenanya menurut saya yang penting ini dijadikan pelajaran oleh PLN dan ke depan perbaiki kecepatan untuk bisa memulihkan situasi ini juga harus menjadi menjadi hal utama PLN ke depan. Dan saya kira nanti kalau sudah bisa pemulihan, sudah bisa nyala kembali, kami juga usulkan nanti untuk dipanggil di Komisi VI agar betul-betul direksi bisa memahami situasi ini dan apa antisipasi ke depan jika hal serupa terjadi,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Herman, blackout yang terjadi harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional, khususnya jaringan transmisi utama di Sumatera.

Ia mengungkapkan bahwa Komisi VI DPR sebelumnya juga pernah mengusulkan adanya jalur transmisi cadangan untuk mengantisipasi gangguan pada jaringan utama.

Baca juga: Imbas Blackout Sumatera, DPR Minta PLN Ganti Kerugian Para Pelaku UMKM

Dengan adanya jalur alternatif, gangguan di satu titik diharapkan tidak menyebabkan pemadaman secara meluas.

“Dan bahkan dulu kami pernah usul kalau misalkan memang ada transmisi utama itu hanya satu jalur, bisa enggak dibuat semacam sub-sub jalur baru supaya kemudian kalau terjadi insiden dalam satu jaringan tertentu, jaringan lainnya masih bisa tetap nyala,” ujar Sekjen Partai Demokrat itu.

Selain itu, Herman juga mendorong agar sistem pembangkit listrik dibagi ke dalam beberapa klaster agar gangguan di satu wilayah tidak berdampak secara massal terhadap wilayah lain.

Baca juga: Bantah Ada Unsur Kesengajaan terkait Blackout Sumatera, Wamen ESDM: Karena Sambaran Petir

“Dan kemudian juga apakah pembangkit bisa dibagi dalam beberapa klaster gitu sehingga juga tidak mengganggu secara massal jika terjadi masalah dalam satu klaster tertentu. Nah ini, ini juga harus dipikirkan. Dan saya kira PLN memikirkan ini dan mudah-mudahan ada perbaikan ke depan,” ucapnya.

Kronologi Blackout di Sumatera

PLN mengatakan blackout di Sumatera diduga akibat faktor cuaca.

Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan jalur kelistrikan pada sistem di Sumatra terdapat dua jalur utama, yakni jalur selatan meliputi Palembang dan Lampung, dan jalur utara meliputi Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Aceh.

"Ada jalur di sebelah timur, koridor 500 kV kami sebutkan. Kemudian ada jalur barat 275 kV," ucap Edwin dalam konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta pada Senin (25/5/2026).

Menurut dia, pada Jumat sekira pukul tepatnya 18.44 WIB, terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri ke arah Sumsel 5 yang merupakan inputan menuju jalur 500 kV yang ada di bagian timur.

"Nah ini terjadi, kemudian kedua sirkuitnya trip sehingga jalur 500 kV keluar dari sistem. Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," ucapnya.

Ia mengatakan ketika aliran arus yang biasanya menuju jalur timur menuju dari selatan ke utara itu putus, maka aliran berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat atau arah 275 kV.

"Nah, perpindahan arus tadi tersebut, itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing, atau biasanya kita kenal dengan osilasi. Jadi tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya ke arah 275 kV tadi," tuturnya.

Menurutnya, ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap teknikal tertentu, maka di jalur barat atau di jalur 275 kV juga perlu mengisolasikan diri agar jangan sampai power swing menyebabkan gangguan yang lebih luas.

"Nah ketika trip, maka terpisah sistem di Sumatera. Ada bagian selatan yang berlebih dengan pembangkit, di situ frekuensinya tinggi. Kemudian ada di sisi utara yang kekurangan pembangkit, di situ frekuensinya rendah," jelasnya.

"Di bagian selatan, karena frekuensinya rendah, ada beberapa pembangkit yang kemudian trip, lalu ada defense scheme kami yang bekerja sehingga sistem di sisi selatan kemudian normal. Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang, tidak ada padam," sambungnya.

Karena frekuensi rendah, kata Edwin, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan, kemudian trip, lalu terjadi efek domino.

"Trip satu, kemudian pembangkit-pembangkit lain frekuensinya semakin turun, kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman," ungkapnya.

Selanjutnya, ketika sistem transmisi normal, berikutnya akan beralih ke sistem pembangkitan. 

Pembangkit-pembangkit dibagi dalam tiga bagian besar.

"Ada pembangkit-pembangkit diesel dan pembangkit-pembangkit gas yang siap untuk black start. Kami masukkan black start, mereka dapat menyala sendiri ya, karena ada bahan bakarnya di situ, menyala sendiri," ucapnya.

Sejatinya, pada Minggu (24/5/2026) sekira pukul 06.17 WIB, aliran listrik sudah menyala semua.

Namun, karena masih ada pembangkit PLTU yang belum menyala ini hanya bertahan hingga pukul 18.00 WIB.

"Ketika beban naik lagi bebannya, masih ada kekurangan sekitar 200 sampai 300 MW. Terpaksa kami padamkan kembali, tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15, kurang lebih 2 jam kurang. Kemudian bisa kita menormalkan kembali seiring demand yang semakin turun dan pembangkit kami mulai masuk," jelasnya.

Untuk itu, Edwin mewakili PLN meminta maaf atas peristiwa blackout yang terjadi sehingga mengganggu aktivitas warga khususnya di Sumatera.

"InsyaAllah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk, seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. InsyaAllah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera," tukasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved