Idul Adha 2026
Din Syamsuddin: Umat Islam Indonesia Terpinggirkan Ekonomi dan Tercerai-berai secara Politik
Din Syamsuddin soroti umat Islam Indonesia yang dinilai masih tertinggal di bidang ekonomi dan politik
Ringkasan Berita:
- Din Syamsuddin menilai umat Islam di Indonesia masih tertinggal dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik meski menjadi mayoritas penduduk
- Dalam khutbah Iduladha di Masjid Agung Al Azhar, ia menyoroti lemahnya daya tawar politik umat akibat perpecahan aspirasi
- Din mengajak umat meningkatkan kualitas dan melakukan refleksi untuk memperkuat peran dalam kehidupan berbangsa
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh nasional sekaligus cendekiawan Muslim, Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A., memberikan pandangan terhadap kondisi umat Islam di Indonesia saat ini.
Dalam khutbah Iduladha 1447 H di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Din menyebut besarnya jumlah penduduk Muslim di tanah air belum berbanding lurus dengan kualitas kehidupan.
Mantan Ketuq Umum PP Muhammadiyah itu menyampaikan kegelisahannya terkait posisi umat Islam yang menurutnya masih tertinggal dalam berbagai aspek krusial.
"Indonesia adalah bangsa yang besar, bahkan merupakan umat Islam terbesar di dunia. Namun, belum disertai dengan kualitas," tegas Din Syamsuddin di hadapan ribuan jemaah, Rabu (27/5/2026).
Ia menilai, ketertinggalan tersebut sangat nyata terlihat dalam bidang sosial, ekonomi, hingga politik nasional.
Din secara khusus menyoroti kondisi ekonomi umat yang dinilainya belum berdaya di rumah sendiri.
Baca juga: Ribuan Jemaah Padati Lapangan Masjid Agung Al Azhar Pagi Ini, Din Syamsuddin Jadi Khatib Salat Id
"Umat Islam bahkan terpinggirkan, khususnya dalam bidang ekonomi," ungkapnya.
Padahal, menurut Din, umat Islam memiliki sejarah panjang dalam membela Republik ini melalui gerakan jihad yang dipimpin oleh para ulama dan tokoh terdahulu.
Namun saat ini, Din melihat peran tersebut belum kembali maksimal, terutama dalam menentukan arah kebijakan nasional.
Tak hanya soal ekonomi, Din Syamsuddin juga mengkritik kondisi internal umat dalam kancah politik. Ia menyayangkan hilangnya kekompakan umat Islam di Indonesia.
"Di dalam bidang politik, umat Islam tercerai-berai ke dalam berbagai aspirasi dan kepentingan politik," jelas Din.
Kondisi tercerai-berainya kekuatan politik inilah yang menurut Din membuat suara umat menjadi lemah dan tidak memiliki daya tawar yang menentukan.
Ia pun mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi besar-besaran agar tidak hanya sekadar menjadi mayoritas dalam hal bilangan saja.
Din menekankan umat harus mulai mengejar mutu untuk keluar dari berbagai bentuk kemungkaran, termasuk kemungkaran struktural yang terjadi di dalam kehidupan bernegara.
"Kita masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/din-syamsudin-di-pulo-mas.jpg)