Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha 2026

Alasan Dilarang Puasa di Hari Tasyrik setelah Idul Adha 2026

Alasan umat muslim dilarang menjalankan puasa pada Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha 2026.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
SALAT IDUL ADHA - Umat Islam usai melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Jatinegara Rabu (27/5/2026). Alasan umat muslim dilarang menjalankan puasa pada Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha 2026. 

Dalil dari pendapat ini adalah sebuah hadits dalam Shahih Al Bukhari dari Ibnu 'Umar dan 'Aisyah, mereka mengatakan,

لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ ، إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْيَ

"Pada hari tasyrik tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapat al hadyu ketika itu." (HR. Bukhari, no. 1997 dan 1998)

Bagaimana Puasa Ayyamul Bidh pada Hari Tasyrik?

Syaikh Abdul Karim Khudair ditanya, "Jika seseorang punya kebiasaan puasa ayyamul bidh (13, 14, 15 Hijriyah setiap bulannya), apakah ia dibolehkan puasa pada hari tasyrik?"

Jawab Syaikh rahimahullah, "Puasa pada hari tasyrik diharamkan kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapati hadyu, maka ia boleh berpuasa tiga hari pada masa haji. Jika mampu, jamaah haji tersebut berpuasa sebelum hari Idul Adha. Jika tidak bisa saat itu, maka tidak mengapa berpuasa pada hari tasyrik."

Maka solusinya adalah berpuasa pada 14 dan 15 Dzulhijjah, sedangkan untuk menggantikan tanggal 13 Dzulhijjah yang bertepatan dengan hari tasyrik adalah dengan mengerjakan puasa pada hari apa saja yang penting dalam bulan Dzulhijjah minimal ada tiga hari puasa. 

Sebagaimana anjurannya terdapat dalam hadits berikut dari Abu Hurairah, ia berkata,

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلَاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

"Kekasihku (yaitu Rasulullah) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari, no. 1178)

Kemuliaan Hari Tasyrik

Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Abu Daud,

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِ

"Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyrik)." (HR. Abu Daud, no. 1765, dari 'Abdullah bin Qurth. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hari tasyrik disebut yaumul qorr karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam di Mina. 

Hari tasyrik yang terbaik adalah hari tasyrik yang pertama, kemudian yang berikutnya, dan berikutnya lagi. (Latha'if Al-Ma'arif, Ibnu Rajab Al-Hambali, hlm. 503.)

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved