Rabu, 3 Juni 2026

Pimpinan BGN Diganti

Usai Dadan Dicopot, Komisi IX DPR Harap Pimpinan Baru BGN Perkuat Pengawasan MBG

Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) diminta segera melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Reza Deni
Surya/Purwanto
PRASMANAN - Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang mengambil makanan saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (2/4/2026). Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) di Kota Malang memperkenalkan skema penyajian prasmanan sebagai model distribusi baru bagi para siswa. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis agar porsi makanan yang diterima dapat disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan masing-masing siswa. Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) diminta segera melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). SURYA/PURWANTO 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris harap pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Menurut Charles, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah memerlukan sistem pengelolaan dan pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
  • Aspek yang lebih penting adalah kualitas pelaksanaan program di lapangan, terutama terkait kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, berharap pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan lembaga tersebut.

Menurut Charles, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah memerlukan sistem pengelolaan dan pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat," kata Charles kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Politikus PDIP itu nengatakan, aspek yang lebih penting adalah kualitas pelaksanaan program di lapangan, terutama terkait kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak.

Charles menegaskan pemerintah perlu memastikan setiap menu yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan sehingga tujuan peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat tercapai.

Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya menjaga mutu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, kualitas bahan pangan maupun proses penyajian harus menjadi perhatian utama agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Ada di Spotify, Telah Didengar 178 Ribu Kali

Tak kalah penting, Charles meminta sistem pengawasan program diperkuat untuk mencegah berbagai persoalan yang berpotensi mengurangi efektivitas pelaksanaan MBG.

Charles berharap pergantian pimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.

"Yang lebih penting adalah kualitas gizi yang diterima anak-anak, kualitas makanan yang disajikan, dan efektivitas pengawasannya. Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal," tandasnya.

Baca juga: Keahlian Investigasi Nanik S Deyang Kunci Bongkar Kebocoran BGN, Emrus Dorong Audit Total SPPG

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya. 

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, (2/6/2026). 

“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.  Yang pertama adalah saudara DadanHindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Presiden lalu mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved